Sampah
Sabtu, 11 Juli 2026 22:10 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) - Permasalahan sampah yang kian kompleks di Kota Surakarta mendorong Karang Taruna Kelurahan Jebres untuk mengambil peran nyata. Melalui gelaran Youth Festival #4 yang mengusung tema "Langkah Muda untuk Bumi: Youth Movement for Environment", para pemuda mengajak masyarakat luas untuk membangun budaya peduli lingkungan melalui edukasi dan kolaborasi.
Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian program ECOACTION, sebuah gerakan edukasi yang sebelumnya telah dilaksanakan di berbagai wilayah Kelurahan Jebres. Agenda workshop ini sukses menyedot perhatian sekitar 300 peserta yang berasal dari unsur Ketua RW, RT, dan perwakilan pemuda.
Dalam pelaksanaannya, Karang Taruna Kelurahan Jebres menggandeng Ketua TPS3R Pelda Rudi Haryono serta perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kota Surakarta Wiyono. Kehadiran para pakar ini bertujuan agar masyarakat memperoleh pemahaman mendalam mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya, pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair dan kompos, hingga pemanfaatan sampah menjadi barang bernilai ekonomi.
Selain memberikan edukasi, festival ini juga menghadirkan ECOTALK. Forum diskusi ini mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, pegiat lingkungan, serta generasi muda untuk membahas kondisi persampahan di Kota Surakarta sekaligus mendorong lahirnya inovasi sistem pengelolaan yang berkelanjutan. Berbagai kegiatan pendukung turut memeriahkan lokasi acara, mulai dari pameran komunitas lingkungan, workshop pengolahan sampah, hingga pameran produk daur ulang.
Lurah Jebres, Renyta Ina Widjaya, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak Karang Taruna yang telah menghadirkan kegiatan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memberikan dampak edukasi nyata bagi lingkungan.
“Pemuda memiliki peran yang sangat penting sebagai agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih.” Ungkap Renyta.
Dukungan serupa juga datang dari berbagai elemen masyarakat dan lembaga swadaya. Perwakilan tokoh masyarakat, Denok, mengaku bangga dengan pergerakan Karang Taruna yang langsung mempraktikkan kelola sampah di lapangan.
Sementara itu, Alfian dari Yayasan Gita Pertiwi menilai festival ini menjadi ajang strategis untuk mempertemukan para penggiat lingkungan dengan anak muda demi membangun praktik baik bersama. Penilaian ini diperkuat oleh Afiq Putra dari Yayasan Kakak yang menegaskan bahwa keterlibatan aktif anak muda dalam mengurangi sampah dari sumbernya adalah langkah penting untuk mewujudkan perubahan nyata bagi bumi.
Bagikan