swasembada
Minggu, 30 November 2025 18:01 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SEMARANG (Soloaja.co) – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) kembali menorehkan prestasi sebagai pusat pergerakan organisasi, kali ini menjadi tuan rumah sekaligus pelopor perhelatan nasional Gebyar Tani Merdeka Indonesia 2025. Acara ini menandai pertama kalinya Tani Merdeka menggelar kegiatan skala nasional, memilih Jateng sebagai pusat konsolidasi gerakan.
Rangkaian Gebyar Tani Merdeka 2025 diawali dengan jamuan makan malam yang dihadiri oleh pengurus Tani Merdeka dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, serta jajaran pengurus pusat di Gradhika Bhakti Praja, Sabtu malam (29/11/2025).
Tani Merdeka Tumbuh Kuat dari Akar Rumput Jateng
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum organisasi tersebut, menegaskan bahwa Tani Merdeka adalah gerakan akar rumput yang mampu menjangkau hingga ke tingkat desa. Organisasi ini lahir dan tumbuh kuat di Jawa Tengah, menjadikannya pusat konsolidasi gerakan.
“Tani Merdeka ini organisasi baru yang lahir, tumbuh, dan besar di Jawa Tengah,” ujar Wamentan Sudaryono.
Ia menekankan bahwa kekuatan organisasi tidak terletak pada struktur, melainkan pada militansi anggotanya yang merupakan kelompok tani betulan. Sudaryono menyebut, Tani Merdeka kini telah memiliki lebih dari 7.500 koordinator desa (kordes) di seluruh Jawa Tengah.
“Hampir semua desa yang ada pertaniannya itu ada kordes Tani Merdeka. Artinya, kalau kebijakan ini baik untuk petani, siapa lagi yang membela kalau bukan kita yang merasakan manfaatnya?” tegasnya.
Kekuatan SDM dan Lahan Pertanian Jateng
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam sambutannya mengakui bahwa wilayahnya menjadi pusat energi gerakan petani karena didukung oleh kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan lahan pertanian yang luas.
“Jawa Tengah ini provinsi muda, masih berenergi, dan menjadi daya tarik. Dari 3 juta hektare wilayah, satu juta hektare adalah lahan pertanian. Ini peran besar bagi kedaulatan pangan nasional,” ungkap Gubernur Luthfi.
Ia juga mengakui kuatnya kehadiran Tani Merdeka di daerahnya. “Ternyata banyak komandan Tani dari Jawa Tengah. Di setiap kegiatan selalu bertemu. Jawa Tengah memang kuat,” tambahnya.
Gebyar Tani Merdeka 2025 ini juga dimanfaatkan sebagai ajang penyamaan visi untuk mendukung agenda ketahanan pangan nasional, termasuk peningkatan produktivitas, percepatan distribusi pupuk, hingga adopsi teknologi pertanian modern.
Puncak acara direncanakan berlangsung pada Minggu (30/11/2025), yaitu pelantikan pengurus DPW Tani Merdeka Provinsi Jawa Tengah, yang akan menjadi simbol penguatan gerakan tingkat wilayah.
Bagikan