Relawan Trabas Gelar Pelatihan, Baksos dan Launching Bus Dapur Umum di Kemuning
KARANGANYAR (Soloaja.co) – Memasuki musim rawan bencana, Relawan Trabas Rescue Soloraya memperkuat komitmennya dalam kesiapsiagaan melalui kegiatan bakti sosial dan penguatan kapasitas keterampilan penanganan rescue (penyelamatan) kebencanaan. Acara tersebut dipusatkan di Bukit Villa Modosewu, Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, pada 29-30 November 2025.
Kegiatan diikuti oleh 100 peserta, yang terdiri dari anggota inti Relawan Trabas, perwakilan relawan dari komunitas lain, serta turut dihadiri tim dari Basarnas Kantor SAR Surakarta.
Ketua Komunitas Trabas, Sumarno, menjelaskan bahwa inti dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan anggota dalam aksi sosial. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum ungkapan syukur atas kekompakan tim serta capaian terbaru komunitas.
- 4000 Jamaah Meriahkan Milad ke-113 Muhammadiyah dan ke-98 RS PKU Surakarta
- UMKM Jateng 'Naik Kelas', Gubernur Luthfi Lepas Ekspor Rp 10,1 Miliar
Lengkapi Armada Operasional Siaga Bencana
Dalam kesempatan tersebut, Sumarno mengumumkan peningkatan signifikan pada armada operasional mereka. Komunitas Trabas kini telah melengkapi sarana dan prasarana penanganan bencana:
“Kami bersyukur armada operasional kami kini sudah lengkap, terdiri dari satu unit bus dapur umum, dua unit ambulans gratis, satu unit perahu fiber, dan satu set alat dapur dengan kapasitas sekali masak mencapai 1.000 porsi dalam waktu dua jam,” ungkap Sumarno.

Pada hari pertama, Sabtu (29/11), tim Dapur Umum (DU) tiba di Modosewu untuk menggelar simulasi memasak kebencanaan, dilanjutkan dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, serta penyerahan santunan dan berbagi sembako kepada anak yatim/piatu warga Kemuning Karanganyar.
- Jateng Terima Investasi Rp 62,3 Triliun dari Malaysia dan Fujian China
- Apresiasi Tertib Lantas, Polresta Surakarta Bagikan Tumbler Operasi Zebra Candi 2025
Simulasi Evakuasi dan Penguatan Soliditas
Puncak pelatihan digelar pada Minggu pagi. Anggota Relawan Trabas mengadakan simulasi evakuasi mobil masuk jurang, menggunakan teknik wincing (penarikan) yang diujicobakan dengan jip rescue milik komunitas.
Koordinator Lapangan Trabas, Mujiyo, menekankan bahwa kegiatan ini fokus pada pembangunan kekompakan anggota yang solid dan militan. Selain pelatihan teknis rescue, anggota baru juga dilatih keterampilan memasak cepat untuk mendukung fungsi dapur umum saat dibutuhkan.
Saat ini, Trabas didukung oleh 20 anggota aktif yang terbagi menjadi 15 personel militan yang fokus di lapangan dan 5 personel donatur yang juga masuk kategori militan. Mujiyo menambahkan, anggota secara rutin mengadakan kopi darat (kopdar) dan evaluasi setiap tiga bulan sekali untuk menjaga kekompakan.
“Harapan relawan Trabas Soloraya bisa berkelanjutan sampai kapan pun. Kami juga mengharapkan adanya relawan yang mau bergabung ke Trabas supaya bisa ada regenerasi dan dukungan dari anggota militan, donatur, dan simpatisan,” tutup Mujiyo.
