UNS
Selasa, 30 Juni 2026 15:52 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SUKOHARJO (Soloaja.co) — Aksi budaya digelar oleh Masyarakat Peduli Petilasan Karaton Kartasura (Malikasura). Mereka menggalang gerakan swadaya bertajuk 'Kartasura Urunan Gawe Keris' langsung di kompleks Petilasan Karaton Kartasura, Sukoharjo, Selasa (30/6).
Proses penempaan bakal pusaka ikonik ini menghadirkan salah satu empu kenamaan, Empu Thoufik Brojo Lawu.
Pemrakarsa gerakan, Muhammad Budiman ST (Budi AJM), menjelaskan aksi urunan ini merupakan wujud investasi spiritual warga. Secara teknis, keris ini menyatukan unsur bumi (besi dan tembaga) dengan unsur langit (batu meteor).
"Keris yang ditempa ini nantinya menggunakan pamor Beras Wutah dan Udan Mas. Pamor ini membawa filosofi harapan agar Kartasura menjadi daerah yang gemah ripah loh jinawi, serta melimpah pangan dan harta," ujar Budi AJM.
Langkah swadaya ini mendapat apresiasi tinggi dari Forum Budaya Mataram (FBM). Ketua FBM, BRM Dr. Kusumo Putro, menegaskan bahwa negara wajib hadir secara totalitas dalam penganggaran pelestarian cagar budaya demi menjaga warisan luhur agar tidak dilupakan generasi muda.
"Dalam pelestarian cagar budaya, negara wajib hadir dalam hitung-hitungan biaya. Baik dari pemerintah daerah maupun pusat, berapapun anggarannya harus dipenuhi," tegas BRM Kusumo.
Ia mengingatkan, komitmen anggaran ini merupakan amanat konstitusi yang tertuang dalam Pasal 18B Ayat 2 UUD 1945 terkait pengakuan kesatuan masyarakat hukum adat, serta UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Terlebih, acara ini turut dihadiri langsung oleh perwakilan dari Kementerian Kebudayaan.
Dukungan senada muncul dari gedung parlemen. Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukoharjo, Reza Rizky, mendesak Dinas Kebudayaan untuk mengambil peran aktif.
"Kami menilai proses penempaan keris tradisional memiliki nilai eksklusivitas yang tinggi dan berpotensi besar menjadi daya tarik wisata budaya serta religi yang mampu menarik perhatian hingga ke mancanegara," kata Reza.
Di sisi lain, cikal bakal ikon baru Sukoharjo ini diproyeksikan tidak sekadar menjadi pajangan. Pemerhati budaya, KRT Ratno, membocorkan bahwa pusaka ini disiapkan untuk momen besar kecamatan setempat.
"Kekompakan seluruh lapisan masyarakat yang menyengkuyung pembuatan keris ini menjadi bukti nyata kepedulian warga terhadap sejarah besar daerahnya. Rencananya bakal dikirab secara resmi pada momentum peringatan hari jadi ke-355 Kartasura," pungkas KRT Ratno.
Bagikan