Mubaligh Muhammadiyah Solo Utara Perkuat Dakwah Kontekstual

Kusumawati - Selasa, 30 Juni 2026 10:25 WIB
Mubaligh Muhammadiyah Solo Utara Perkuat Dakwah Kontekstual (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solo Utara menggelar Munadhoroh Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM) di SMP Muhammadiyah 2 Solo pada Senin (29/6) malam. Kegiatan strategis ini mengusung tema besar "Peran KMM dalam Menggerakkan, Menggairahkan, dan Menggembirakan Jamaah".

Acara ini menghadirkan Ustaz Kyai Haji Muhammad Furqon Hasbi Lc Mag selaku pemateri utama. Dalam paparannya, Ustaz Furqon menegaskan bahwa seorang dai merupakan garda terdepan sekaligus ujung tombak gerakan dakwah Muhammadiyah di akar rumput.

Mereka memikul tanggung jawab besar untuk menyebarluaskan ajaran Islam berkemajuan (Islam washathiyyah), membina umat, dan memelopori gerakan amar ma'ruf nahi munkar tanpa mengisolasi diri dari lingkungan sosial yang majemuk.

Tiga Pilar Pendekatan Dakwah KMM

Untuk menghadapi dinamika zaman, Ustaz Furqon menguraikan tiga metode pengembangan dakwah yang harus diintegrasikan oleh para mubaligh:
* Dakwah Bil-Kalam: Penyampaian pesan keagamaan melalui ceramah lisan yang mencerahkan dan mudah dipahami.
* Dakwah Bil-Qalam: Syiar melalui tulisan dan publikasi yang berbasis data serta berpedoman pada Al-Qur'an dan As-Sunnah.
* Dakwah Bil-Hal: Aksi nyata dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan sosial, pendidikan, dan pelayanan kesehatan yang berdampak langsung.

"Peran utama dai adalah sebagai agen pembaruan (tajdid) yang memurnikan akidah dari praktik tahayul, bid'ah, dan khurafat, sekaligus membuka ruang ijtihad untuk merespons tantangan modern," ujar Ustaz Furqon.

Ia juga menambahkan bahwa dai masa kini tidak boleh hanya menyampaikan pesan-pesan ritual, melainkan wajib hadir memberikan solusi konkret atas problem sosial-kemasyarakatan, ekonomi, dan moral yang dihadapi oleh jamaah. Oleh karena itu, KMM berkomitmen meningkatkan kapasitas mubaligh secara berkala, baik dari segi kompetensi, pemahaman keislaman, maupun kesejahteraan anggotanya.

Di akhir pemaparannya, Ustaz Furqon berpesan agar KMM terus menghadirkan dakwah yang menggembirakan melalui pendekatan yang ramah, tidak kaku, serta membudayakan komunikasi interaktif. Pendekatan personal dan diskusi partisipatif dinilai lebih efektif agar jamaah merasa dilibatkan dan nyaman dalam proses belajar agama.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS