Wayang Kulit
Minggu, 09 Agustus 2026 10:26 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Tim Program Inovatif Seni Nusantara (PISN) FSRD ISI Surakarta menggelar pementasan wayang climen interaktif di halaman SD Negeri Dadapsari, Surakarta, Jumat (7/8/2026).
Pementasan ini memadukan seni tradisi Wayang Babad Kartasura dengan teknologi multimedia berupa motion graphic untuk mengenalkan sejarah kepada generasi muda.
Dalam acara ini, para siswa dibebaskan untuk memegang dan menggerakkan berbagai karakter wayang secara langsung, seperti Patih Pringgalaya, Matah Ati, hingga karakter prajurit kompeni.
Mengusung lakon Kembang Ngargayasa, pertunjukan yang didalangi oleh Nia Dwi Raharjo dari Sanggar Wayang Gamelan Sangswara ini mengisahkan perjuangan tokoh perempuan Matah Ati melawan ketidakadilan.
Ketua Tim Hibah PISN, Basnendar Herry Prilosadoso, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan motion graphic yang ditayangkan lewat proyektor LCD di balik kelir bertujuan memberikan alternatif media pengenalan wayang yang sesuai dengan zaman.
“Konsep ini menggabungkan aspek edukasi dan rekreasi agar pertunjukan lebih menarik bagi segmen anak-anak.” Ungkap Basnendar.
Suasana pementasan berlangsung seru dan interaktif saat para siswa diajak menyanyikan tembang dolanan bersama, seperti Wajibe Dadi Siswa dan Kidang Talun. Kepala Sekolah SD Negeri Dadapsari, Nuning Harmini, menyambut baik kegiatan yang baru pertama kali diadakan di sekolahnya ini karena memberikan pengalaman baru dan visualisasi yang memikat bagi anak-anak.
Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian Hibah PISN Kemdiktisainstek Tahun 2026 yang digarap oleh tim dosen FSRD ISI Surakarta yang beranggotakan Ana Rosmiati, Indriati Suci Pravitasari, dan Sri Murwanti, serta melibatkan mahasiswa dan mitra sanggar setempat.
Bagikan