Munas IROPIN Tegaskan Peran Optometris Cegah Kebutaan Anak
SUKOHARJO (Soloaja.co) — Ikatan Profesi Optometris Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran optometris sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-4 dan Musyawarah Nasional ke-8 IROPIN di Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (25/9/2026).
- Apresiasi Warga Taat Pajak, Pemkot Solo Gelar Jumat Berkah
- Nostalgia dan Mendukung Seni, PB XIV Ajak Kerabat Karaton Nonton Wayang Orang
Ketua IROPIN periode 2026–2031, Mohammad Husein, mengatakan munas ini menjadi momentum penting untuk membahas keberlanjutan program pelayanan kesehatan mata, khususnya pada kelompok anak-anak.
Pihaknya berkolaborasi dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia untuk menekan angka kebutaan melalui skrining tajam penglihatan sedini mungkin di tengah tingginya penggunaan gawai saat ini.
Langkah ini mendesak dilakukan mengingat riset IROPIN pada 2025 yang melibatkan 2.100 siswa SD hingga SMA di lima provinsi menunjukkan prevalensi kelainan refraksi anak melonjak dari 24,7 persen menjadi 30,8 persen.
- Wisuda 2.259 Lulusan UMS, Rektor Tekankan Tiga Pilar IMAM
- Fokus Investasi, Ekonom UI Apresiasi Arah Ekonomi Prabowo-Gibran
Ketua IROPIN periode sebelumnya, Nova Joko Pamungkas, menegaskan bahwa tiga dari sepuluh anak di Indonesia kini mengalami gangguan refraksi yang berpotensi mengganggu proses belajar.
Guna menekan angka tersebut, IROPIN mendorong penguatan fasilitas vision center atau pusat layanan penglihatan di tingkat puskesmas dengan melibatkan optometris, perawat, dan kader kesehatan.
Rencana ini disambut positif oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, yang menyebut 883 puskesmas di wilayahnya siap difasilitasi menjadi ujung tombak pelayanan mata secara promotif dan preventif.
- Tani Merdeka Jateng Dorong Percepatan Regenerasi Petani
- Kandungan Gas Metana Masih Tinggi, TPA Putri Cempo Kembali Terbakar
Organisasi yang kini menaungi sekitar 6.300 anggota di seluruh Indonesia ini juga menggelar seminar internasional bertajuk Marking New Milestone: The First International Skills Scientific Meeting of IROPIN.
Ketua Panitia, Nasim Fajriyah, menyebutkan forum peningkatan kapasitas yang berlangsung 25-26 September tersebut sukses mencetak rekor keikutsertaan dengan dihadiri 820 peserta dari berbagai daerah.
"Yang istimewa ini event seminar internasional perdana dari IROPIN dengan ‘Marking New Milestone: The First International Skills Scientific Meeting of IROPIN', imbuh Nasik Fajriyah.
