Milad SMP Muh PK Kottabarat Solo
Rabu, 26 Februari 2025 05:54 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi
SOLO (Soloaja.co) – Untuk meningkatkan wawasan global dan daya saing internasional, SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menyelenggarakan program edutrip internasional ke luar negeri untuk siswa kelas 9.
Sebanyak 119 siswa berkesempatan mengeksplorasi kemajuan dan inovasi di Singapura dan Malaysia selama empat hari tiga malam, mulai Senin hingga Kamis (17-20/2/2025).
Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat, Muhdiyatmoko, M.Pd., menyampaikan bahwa edutrip internasional ini menjadi agenda rutin setiap tahun dan sudah memasuki tahun ke-9.
“Di kelas 7, para siswa kami ajak untuk memahami kearifan lokal di pedesaan. Kini, di kelas 9 mereka kami kenalkan dengan wawasan global. Harapannya, pengalaman ini dapat membentuk karakter dan memperkuat potensi mereka sebagai calon pemimpin bangsa,” jelas Muhdiyatmoko, Selasa (25/02).
Hari pertama di Singapura diawali dengan kunjungan ke Jewel Changi Airport, di mana para siswa menikmati pemandangan air terjun indoor terbesar di dunia. Mereka mengabadikan momen di lokasi ikonik tersebut sambil mempelajari pengelolaan lingkungan yang diterapkan di bandara terbaik dunia itu.
Selanjutnya, mereka mengunjungi Marina Barrage, pusat edukasi pengelolaan air di Singapura. Di sini, para siswa belajar tentang proses penjernihan air laut menjadi air tawar dan pentingnya konservasi air di negara yang minim sumber daya alam.
Muhammad Radithya Nararya, salah satu peserta edutrip, mengaku sangat antusias dengan kunjungan ke Marina Barrage. “Saya jadi tahu bagaimana air laut bisa dijernihkan hingga bisa diminum. Marina Barrage juga punya Solar Park untuk energi listrik dan taman di atap gedung. Ini pengalaman yang membuka wawasan saya tentang pentingnya inovasi dalam pengelolaan lingkungan,” ujarnya.
Malam harinya, para siswa menikmati pertunjukan cahaya dan suara spektakuler Rhapsody of Rhythm di Garden By The Bay. Hari kedua dilanjutkan dengan mengunjungi Merlion Park, simbol ikonik Singapura, dan bermain di Universal Studios Singapore (USS), taman hiburan terbesar di Asia Tenggara.
Perjalanan edutrip dilanjutkan ke Malaysia. Di sana, para siswa mengunjungi Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) untuk mengenal lebih dekat sistem pendidikan tinggi di negara jiran. Mereka mengikuti sesi interaktif dan mendapatkan informasi tentang program internasional yang ditawarkan USIM, terutama dalam perpaduan antara ilmu sains dan pendidikan Islam.
Naura Kayana Hanania, salah satu peserta, mengaku sangat terinspirasi setelah mengikuti sesi pembelajaran di USIM. “Saya mendapatkan banyak wawasan tentang bagaimana USIM menggabungkan sains dan nilai-nilai Islam dalam kurikulumnya. Pengalaman ini sangat berkesan dan membuat saya tertarik untuk suatu saat bisa belajar di luar negeri, mungkin di USIM,” ungkapnya antusias.
Selain itu, para siswa berkesempatan mengunjungi ikon Malaysia, Menara Kembar Petronas, dan menikmati pemandangan kota Kuala Lumpur. Mereka juga merasakan sensasi menaiki Genting Highland Cable Car dan menikmati wisata edukatif di Chocolate Kingdom.
Program edutrip internasional ini tidak hanya memberikan pengalaman baru tentang budaya dan kemajuan teknologi di Singapura dan Malaysia, tetapi juga membangun karakter dan wawasan global para siswa.
“Melalui edutrip ini, kami berharap siswa mampu belajar langsung dari lingkungan internasional, membangun rasa percaya diri, dan memperluas cakrawala berpikir mereka,” ujar Muhdiyatmoko.
Para siswa pulang ke Indonesia dengan membawa segudang pengalaman dan inspirasi baru. Program edutrip ini menjadi momen tak terlupakan yang memperkuat semangat mereka untuk meraih cita-cita di kancah global.
Bagikan