Dukung Sustainable Agriculture, Tim PKM Polines Serahkan Smart Greenhouse

Kamis, 13 Agustus 2026 13:08 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1002003440.jpg
Penyerahan SmartGreenhouse berbasis IoT, sistem kalkulator HPP, dan Panduan Good Practice-Manual Book Smart GreenHouse dari Tim PKM POLINES pada ketua kelompok tani (Soloaja)

SALATIGA (Soloaja.co) - Mengusung konsep pertanian berkelanjutan (sustainable agruculture) Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Semarang (POLINES) mengadakan pengabdian bagi petani kopi di Salatiga.

Kopi merupakan salah satu komoditas global yang dalam proses tanamnya dapat mengunakan konsep pertanian berkelanjutan. Tidak hanya sebatas pada metode penanaman yang ramah lingkungan, namun hingga mencakup aspek kemitraan untuk para petani dan sistem perdagangan yang adil.

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Semarang (POLINES) diketuai oleh Agni Astungkara, beranggotakan Muhamad Sidik dan Triloka Mahesti, mengadakan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Bendosari RT 05 RW 05, Kumpulrejo, Argomulyo, Kota Salatiga.

Pada kesempatan kali ini, Tim PKM POLINES menggandeng mitra kelompok tani Kinanti Mulyo dari Daerah Bendosari, Kumpulrejo, Argomulyo. Kelompok tani yang dipimpin oleh Ismadi ini mengalami kendala dalam mengelola hasil pertanian mereka, yakni pengelolaan proses pascapanen dan manajemen usaha.

Meskipun mampu menghasilkan produk pertanian yang potensial hingga 20 ton biji kopi per tahun, Kelompok Tani Kinanti Mulyo masih sangat bergantung pada cuaca untuk proses pengeringan kopi.

"Kondisi ini sering kali mengakibatkan penurunan kualitas biji kopi akibat serangan jamur dan fermentasi yang tidak terkendali, terutama saat musim penghujan." ungkap Agni Astungkara, Kamis (13/08).

Selain masalah teknis produksi, kelompok tani ini juga masih menerapkan manajemen usaha yang tradisional, belum adanya pemisahan keuangan yang jelas antara aset pribadi dan usaha, serta kurangnya pemahaman dalam penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang akurat.

Langkah pertama yang diambil adalah pembuatan Greenhouse dengan teknologi sistem otomatisasi suhu dan kelembaban berbasis IOT. Program pengabdian yang sudah dilaksanakan sejak bulan April 2026 ini juga memberikan pelatihan dan pendampingan dalam membuat Standar Operasional Prosedur produksi dan implementasi sistem informasi akuntansi sederhana.

Kegiatan puncak pengabdian adalah penyerahan SmartGreenhouse berbasis IoT, sistem kalkulator HPP, dan Panduan Good Practice-Manual Book Smart GreenHouse pada hari Kamis, 13 Agustus 2026 bertempat di posko Kelompok Tani Kinanti Mulyo Bendosari RT 05 RW 05, Kumpulrejo, Argomulyo, Kota Salatiga.

Rangkaian kegiatan ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset Dan Pengembangan Tahun Anggaran 2026.

"Dengan kolaborasi multipihak ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk kopi mitra sekaligus membangun tata kelola keuangan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan demi menghadirkan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat." Pungkas Agni.