SMPN 1 Surakarta
Sabtu, 29 November 2025 10:09 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menghadiri dan membuka kegiatan sosialisasi museum bertajuk “Afternoon Tea in Museum” yang digelar di Museum Radyapustaka, Jumat sore (28/11/2025). Acara ini dihadiri budayawan, kurator, serta Kepala Museum Jawa Tengah Ranggawarsito dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X.
Dalam sambutannya, Astrid menekankan pentingnya revitalisasi museum—yang merupakan museum tertua di Indonesia, berdiri sejak 1890—dari sekadar tempat penyimpanan artefak menjadi ruang perjumpaan budaya yang hidup, dinamis, dan relevan bagi Generasi Z.
Radyapustaka: Penjaga Identitas dan Diplomasi Global Masa Lalu
Astrid menegaskan posisi strategis Radyapustaka sebagai penjaga identitas dan spiritualitas Kota Surakarta. Museum yang berlokasi di Jalan Slamet Riyadi ini tidak hanya menyimpan naskah kuno, arca, dan wayang lokal, tetapi juga memiliki koleksi internasional yang membuktikan kuatnya diplomasi budaya Surakarta sejak lama.
“Keistimewaan Radyapustaka bukan hanya pada usianya, tetapi juga pada keragaman koleksinya yang berasal dari mancanegara. Kita memiliki naskah dari Belanda, porselen dan biola dari Prancis, keramik dari Tiongkok, guci bersejarah dari Jepang, wayang dari Thailand, hingga senjata tradisional dari Filipina,” ujar Astrid.
Keragaman koleksi ini menjadi bukti konkret bahwa hubungan kebudayaan global telah lama terbentuk kuat di Surakarta dan harus terus dikonservasi.
Inovasi Konten Lokal: Dari Afternoon Tea ke Wedangan
Untuk meningkatkan kunjungan anak muda, Astrid mendorong inovasi acara. Ia menanggapi positif konsep "Afternoon Tea" namun mengusulkan penguatan kearifan lokal melalui konsep “Wedangan”.
“Saya mengusulkan agar ke depan kita menyajikan menu Wedangan—seperti wedang uwuh atau teh telang—yang dikemas menarik sebagai pengalaman baru bagi pengunjung. Ini bisa membuat anak-anak muda merasa lebih dekat dan relevan dengan museum,” tambahnya.
Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen memperkuat pengembangan museum melalui peningkatan kualitas kuratorial, pembaruan metode edukasi, serta pemanfaatan teknologi digital agar informasi koleksi semakin mudah diakses publik.
“Mari kita hidupkan museum sebagai ruang belajar, ruang dialog, dan pusat peradaban yang membanggakan Kota Surakarta,” tutup Wakil Wali Kota Astrid Widayani.
Bagikan