Pemprov Jateng Raih Pembina Terbaik Kedua KKS Swasti Saba 2025
JAKARTA (Soloaja.co) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) kembali mencetak prestasi di tingkat nasional di sektor kesehatan dan pembangunan berkelanjutan. Pemprov Jateng dinobatkan sebagai Tim Provinsi Pembina Terbaik Kedua dalam kategori Kabupaten/Kota Sehat (KKS) dan menerima penghargaan Swasti Saba 2025 dari Kementerian Kesehatan RI.
Penghargaan tersebut diterima oleh Sujarwanto Dwiatmoko, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, dalam acara penganugerahan Swasti Saba dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2025 di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (28/11/2025).
- Kedaulatan AI Kunci Utama Indonesia Emas 2045: Proyeksi PDB Tambah USD 140 Miliar
- ASN Jateng Wajib Kenakan Sarung Batik/Lurik Setiap Jumat
Sujarwanto menyatakan bahwa pembangunan di Jawa Tengah memang diarahkan secara holistik, meliputi tata ruang sehat, fasilitas infrastruktur, sistem sanitasi, hingga gaya hidup masyarakat.
“Untuk itu, Pemprov Jateng terus mendorong agar KKS menjadi program prioritas setiap daerah,” ujar Sujarwanto usai menerima penghargaan, menambahkan bahwa peningkatan kualitas SDM harus mencakup aspek pendidikan dan kesehatan, bukan hanya ekonomi.
- Begini Cara Aktivitas Cuci Piring Memicu Ide Hebat ala Bill Gates–Jeff Bezos
- Perkuat Mobilitas Solo, Bluebird Gandeng Kosti dan Jamin Layanan Prima
26 Kabupaten/Kota di Jateng Ikut Meraih Swasti Saba
Prestasi yang diraih Pemprov Jateng tak lepas dari komitmen kuat pemerintah daerah di bawahnya. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, menjelaskan bahwa penghargaan ini didukung oleh keberhasilan 26 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang juga menerima penghargaan Swasti Saba 2025.
Rinciannya:
* Swasti Saba Wiwerda (kategori tertinggi): Kota Semarang dan Kabupaten Boyolali.
* Swasti Saba Padapa: 24 kabupaten/kota lainnya.
“Ini luar biasa, karena ada 9 tatanan yang harus dikelola dengan baik. Mulai dari kabupatennya sehat, transportasinya, pariwisatanya, pasarnya, kemudian juga pendidikan. Saya berterima kasih kepada 26 kabupaten/kota di Jawa Tengah,” kata Yunita.
- Fakta Unik: Karyawan Dipecat karena Hal Sepele, dari Kaos Oranye hingga Ambil Inhaler
- Gantikan Nex-BE Fest: MDI Ventures Gelar "Explorise Pulse 2025"
Dorong Kolaborasi untuk 9 Daerah Tersisa
Yunita mengakui bahwa masih ada 9 kabupaten/kota dari total 35 daerah di Jawa Tengah yang belum meraih penghargaan Swasti Saba. Oleh karena itu, Pemprov Jateng akan terus mendorong setiap daerah untuk berimprovisasi dan berkolaborasi.
Pihaknya bertekad untuk menjalankan arahan Gubernur Ahmad Luthfi yang mendorong adanya Pemerintahan Kolaboratif (Collaborative Government) dalam setiap pembangunan.
"Intinya teman-teman harus kolaborasi. Ini tidak bisa dinas kesehatan saja, semua institusi harus bergerak bersama. Semua harus didorong untuk terlibat aktif menjadi kabupaten/kota sehat," pungkasnya.
