ISI Solo Bawa Batik Wulannik Gaet Anak Muda Dengan Jaket & Vest Batik
SOLO (Soloaja.co) – Upaya pelestarian dan pengembangan batik Solo mendapat suntikan inovasi segar melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta sukses menggandeng UMKM Batik Wulannik Solo untuk mengembangkan produk fesyen modern berbalut batik.
Program ini menghadirkan terobosan eksplorasi motif batik yang lebih sederhana dan fokus pada diversifikasi produk, seperti jaket dan vest batik kontemporer, yang dirancang untuk menarik perhatian generasi muda.
- Jateng Luncurkan Kalender Pariwisata 2026, Ada 365 Event di 35 Kabupaten/Kota
- Dorong Guru Adaptasi AI, Telkomsel Gratiskan LMS Skul.id di Jawa Tengah
PISN 2025 merupakan inisiasi dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tim ISI Solo dipimpin oleh Danang Priyanto, S.Tr.Sn., M.Sn., bersama Dr. Dhian Lestari Hastuti, Dr. Taufik Murtono, dan Pratita Rara Raina, serta didukung penuh oleh mahasiswa dalam tahap observasi hingga implementasi.
Kegiatan yang berlangsung sejak Oktober hingga Desember 2025 ini mencakup: Pendampingan desain motif batik digital. Inovasi desain jaket dan vest modern. Dan Produksi, co-branding, hingga strategi pemasaran digital.
Fokus utama adalah mengembangkan motif batik kontemporer yang lebih sederhana dan ramah bagi selera generasi muda. Langkah ini diyakini dapat membuka peluang pasar yang lebih luas tanpa mengabaikan identitas khas Batik Solo.
Di lapangan, tim ISI Solo memberikan pendampingan intensif, mulai dari pelatihan desain digital, pengembangan produk fesyen, pemasaran, branding, hingga produksi konten visual profesional.
- Pemprov Jateng Raih Pembina Terbaik Kedua KKS Swasti Saba 2025
- Kedaulatan AI Kunci Utama Indonesia Emas 2045: Proyeksi PDB Tambah USD 140 Miliar
Pimpinan program, Danang Priyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar membuat desain baru, tetapi juga membangun keberlanjutan inovasi bagi UMKM.
“Kami ingin memastikan bahwa Batik Wulannik tidak sekadar mengikuti tren, tetapi mampu memimpin dengan identitas kuat melalui desain yang relevan dengan kebutuhan pasar. Kolaborasi ini menjadi ruang belajar bersama, baik bagi mitra maupun bagi mahasiswa yang terlibat,” ujar Danang.
Melalui program ini, Batik Wulannik diharapkan mampu memperkuat branding, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas jangkauan pasar baik lokal maupun nasional.
Bagi ISI Solo, program ini merupakan komitmen nyata dalam memberdayakan UMKM kreatif melalui transfer teknologi desain dan penguatan ekosistem industri kreatif berbasis budaya, sejalan dengan program Diktisaintek Berdampak.
