CIMB Niaga
Selasa, 30 Juni 2026 06:28 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

BOGOR (Soloaja.co) — Sebagai bagian dari rangkaian program Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026 yang telah bergulir sejak awal Maret lalu, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) berkolaborasi dengan Indonesian Institute of Journalism (IIJ) serta didukung oleh Global Reporting Initiative (GRI) resmi menyelenggarakan SJF Masterclass 2026.
Pelatihan intensif ini dilaksanakan di Learning Center Bumi CIMB Niaga, Gunung Geulis, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis hingga Sabtu, 25-27 Juni 2026.
Sebanyak 20 jurnalis terpilih dari berbagai penjuru tanah air hadir sebagai penerima fellowship. Komposisi peserta terdiri atas 11 orang kategori individu dan 9 orang dari kategori kelompok yang mewakili keberagaman wilayah Indonesia, mulai dari ujung barat di Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, hingga Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Para peserta ini berhasil lolos seleksi ketat setelah menyisihkan 233 proposal ide sosial dan keberlanjutan yang masuk dari seluruh Indonesia. Guna mengimplementasikan rencana aksi nyata di daerah asal masing-masing, para lulusan pelatihan ini akan didukung oleh total pendanaan sebesar Rp200 juta.
Selama tiga hari penuh, para jurnalis dibekali ruang diskusi interaktif bersama para pakar dan praktisi senior di bidang perbankan, media, dan lingkungan. Ragam materi esensial disajikan secara mendalam, antara lain “Jurnalisme Konstruktif Mengawal Kepentingan Publik dan Isu Keberlanjutan”, “Mengambil Peran dan Kolaborasi dalam Mengarusutamakan Keberlanjutan”, “Mengenali Praktek Greenwashing vs Genuine Sustainability”, hingga taktik “Membuat Storytelling Keberlanjutan Lebih Berdampak”. Selain itu, peserta juga diajak meninjau langsung praktik terbaik (best practice) program keberlanjutan yang dijalankan oleh CIMB Niaga.
Melalui proses mentoring intensif ini, para jurnalis diharapkan mampu mengawal program aksi lokal yang berdampak sosial dan lingkungan secara nyata demi masa depan yang lebih hijau.
Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei, menjelaskan bahwa SJF 2026 merupakan wujud tanggung jawab perseroan dalam membangun kesadaran publik serta mengoptimalkan peran pers terhadap isu keberlanjutan. Langkah strategis ini selaras dengan inisiatif global The Cooler Earth serta visi besar CIMB Niaga, Advancing Customers & Society.
"Kami meyakini media dapat berperan sebagai changemakers yang mampu mengimplementasikan berbagai program keberlanjutan. Dengan semangat kolaborasi, kami optimis akan lahir lebih banyak karya dan inisiatif yang berkontribusi bagi masa depan Indonesia," tutur Fransiska.
Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Dewan Pers, Abdul Manan. Sebagai salah satu pemateri, ia menekankan bahwa jurnalis memegang empat fungsi utama dalam isu keberlanjutan, khususnya sebagai penyampai informasi akurat yang membantu masyarakat memahami kompleksitas perubahan iklim, krisis keanekaragaman hayati, hingga transisi energi terbarukan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif IIJ, Umar Idris, mengungkapkan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pers agar mampu melahirkan karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga mendorong perubahan konstruktif berbasis data.
"Keberlanjutan bukan lagi sekadar isu lingkungan semata, melainkan terkait langsung dengan ketahanan ekonomi, sosial, tata kelola, dan masa depan bangsa," pungkasnya.
Program ini juga dipandu oleh deretan fasilitator kenamaan, di antaranya Uni Lubis (Pemimpin Redaksi IDN Times), Satrya Wibawa (Indonesia & APAC Regional Coordinator UNEP FI), serta Lany Harijanti (Regional Program Implementation Manager ASEAN).
Bagikan