Bulan Guru Nasional 2026: SD Muh 1 Solo Gaungkan Kampanye Bangga Menjadi Guru

Selasa, 03 November 2026 15:26 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Kusumawati

1002308635.jpg
Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, dalam agenda talkshow Peran Satuan Pendidikan dalam Kampanye Bulan Guru Nasional di Studio Radio Solo Belajar, (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Bulan Guru Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk menggaungkan kampanye Bangga Menjadi Guru sebagai langkah memperkuat kebanggaan terhadap profesi pendidik.

Hal itu disampaikan Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, dalam agenda talkshow Peran Satuan Pendidikan dalam Kampanye Bulan Guru Nasional di Studio Radio Solo Belajar, Selasa (3/11/2026).

Menurut Sayekti, peringatan ini bukan sekadar seremoni harian, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat penghormatan terhadap profesi guru, memperluas ruang berbagi praktik baik, serta membangun kolaborasi antar-pemangku kepentingan.

“Guru hebat, Indonesia kuat. Melalui semangat peringatan ini, diharapkan semakin banyak guru yang termotivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan Indonesia,” ujar Sayekti.

Sebagai bentuk aksi nyata, pihaknya menggelar talkshow bertajuk Peran Strategis Guru Menuju Indonesia Emas 2045. Acara tersebut menghadirkan penceramah sekaligus praktisi budaya, Ki Agung Sudarwanto, seorang dalang muda Muhammadiyah berprestasi.

Dalam paparannya, Agung menekankan pentingnya penguatan karakter generasi muda di tengah arus modernisasi. Menurutnya, anak muda tidak hanya dituntut menguasai teknologi dan bahasa asing, tetapi juga wajib mencintai bahasa daerah seperti bahasa Jawa.

Agung menilai bahasa Jawa mengandung nilai unggah-ungguh, tata krama, serta penghormatan yang sangat krusial dalam pembentukan budi pekerti siswa.

“Bocah-bocah jaman saiki pancen kudu mumpuni lan nresnani basa Jawa. Aja nganti amarga kepengin diarani modern, banjur lali marang basa lan budaya dhewe,” tegas pria kelahiran Nganjuk yang telah mulai mendalang sejak kelas lima SD tersebut.

Pengalaman mendalang Agung bermula saat ia diberi kepercayaan menjadi penampil pembuka atau mucuki untuk maestro dalang Ki Manteb Soedharsono pada 1990 silam. Alumnus Pascasarjana ISI Surakarta ini berharap seni dan bahasa daerah terus diintegrasikan dalam pendidikan karakter anak bangsa.