Bukan Sekadar Kabut, Ini Bahaya Asap Kebakaran bagi Tubuh

Kamis, 20 Agustus 2026 14:07 WIB

Penulis:Redaksi Daerah

Editor:Redaksi Daerah

Waspada! Ini Bahaya Menghirup Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Polusi
Waspada! Ini Bahaya Menghirup Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Polusi (unsplash.com/mattpalmer)

JAKARTA — Baru-baru ini, tak hanya bencana gempa bumi yang melanda NTT, masyarakat Indonesia juga digemparkan lewat adanya kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan.

Seperti yang dilansir dari laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana periode 12-13 Agustus 2026, terdapat sejumlah wilayah di Tanah Air yang mengalami bencana hidrometeorologi kering termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Beberapa wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan seperti Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Paser di Kalimantan Timur. Sebelumnya, kebakaran juga terjadi di beberapa lahan di Kalimantan Barat.

BACA JUGA: Inilah Tantangan Pendidikan Indonesia Usai 81 Tahun Merdeka

Kebakaran hutan in tentu juga dapat menimbulkan bahaya tersendiri, salah satunya adalah risiko kabut asap dan polusi udara. Seperti yang dilansir dari Reuters, polusi akibat kebakaran ini berdampak bagi warga Pontianak, Kalimantan Barat yang akhirnya membuat seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online untuk melindungi siswa dari paparan kabut asap yang berbahaya.

Lalu, apa saja dampak dari menghirup asap akibat kebakaran hutan atau lahan ini? Simak penjelasan berikut ini.

Dampak Menghirup Asap Kebakaran Hutan Terhadap Kesehatan Tubuh

Dampak Menghirup Asap Kebakaran Hutan Terhadap Kesehatan Tubuh

Seperti yang dilansir dari WHO, dampak kesehatan akibat menghirup asap kebakaran hutan bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari kandungan partikel, jenis bahan yang terbakar, hingga komposisi kimianya.

Dilansir dari Healthline, asap kebakaran hutan bisa mengandung partikel halus yang berbahaya yang disebut PM2.5.

Ketika partikel dan zat kimia berbahaya dalam asap masuk ke dalam sistem pernapasan, tubuh akan memicu reaksi peradangan sebagai upaya untuk melindungi diri.

BACA JUGA: Fenomena Heat Dome, Panas Ekstrem yang Makan Ribuan Korban di Eropa

Paparan asap kebakaran hutan dalam jangka panjang juga dapat memicu risiko munculnya masalah kesehatan yang lebih serius, apalagi bagi orang-orang yang sudah memiliki kondisi penyakit paru-paru seperti asma, bronkitis, atau PPOK (COPD).

Selain itu, paparan asap kebakaran hutan dalam jangka panjang juga dapat memicu risiko munculnya masalah kesehatan yang lebih serius, apalagi bagi orang-orang yang sudah memiliki kondisi penyakit paru-paru seperti asma, bronkitis, atau PPOK (COPD).

Bagi penderita penyakit paru-paru seperti yang dijelaskan di atas, menghirup asap kebakaran bisa menyebabkan sesak napas yang parah, meningkatkan produksi lendir, hingga memperbesar risiko infeksi.

Kondisi tersebut bahkan dapat membuat seseorang membutuhkan antibiotik atau harus menjalani perawatan di rumah sakit.

BACA JUGA: Kenali Apa Itu El Nino Godzilla yang Disebut Segera Melanda Indonesia

Selain itu, karbon monoksida yang ada pada asap kebakaran ini bisa mengurangi kemampuan darah membawa oksigen. Akibatnya, organ-organ vital yang membutuhkan oksigen untuk bekerja secara optimal dapat mengalami tekanan.

Paparan asap, kabut polusi, dan berbagai polutan udara lainnya dalam waktu lama juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan yang lebih serius, termasuk kanker.

Itu tadi penjelasan tentang bahaya menghirup asap akibat kebakaran hutan dan polusi udara, hati-hati!

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 20 Agt 2026