UMS Salurkan 100 Persen Pendapatan 58mart untuk Gempa NTT

Kusumawati - Kamis, 20 Agustus 2026 11:16 WIB
58mart UMS (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menunjukkan komitmen kemanusiaan yang nyata dengan menyalurkan seluruh atau 100 persen revenue (pendapatan) dari unit usaha terbarunya, 58mart, untuk membantu warga terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya.

58mart merupakan ritel modern baru milik UMS yang hadir untuk menyediakan berbagai kebutuhan dasar masyarakat sekaligus sebagai bentuk optimalisasi aset kampus.

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mengimbau seluruh civitas academica UMS—khususnya para dosen dan tenaga kependidikan (tendik)—untuk aktif berbelanja di 58mart. Menurutnya, setiap transaksi yang dilakukan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan harian, melainkan bernilai sedekah untuk meringankan beban para korban bencana.

"Nanti kita belanja sama-sama. Karena margin selama satu bulan dari masyarakat, dosen, dan tendik yang berbelanja di sini, insyaallah akan kita sedekahkan dan kita gunakan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT," ujar Prof. Harun saat memberikan keterangan pada Kamis (20/8/2026).

Ia menambahkan, dengan basis civitas academica UMS yang tergolong besar, partisipasi aktif berbelanja di 58mart—meski dalam nominal yang tidak besar sekalipun—akan terakumulasi menjadi bantuan yang sangat signifikan dan memperbesar manfaat bagi masyarakat di daerah bencana.

Optimalisasi Aset Kampus untuk Kemanusiaan

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMS, Drs. Marpuji Ali, M.Si. Ia berharap inisiatif sosial yang mengiringi peluncuran unit usaha baru ini dapat mendatangkan keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.

"Kita akan amalkan hasil pertama yang didapatkan oleh 58mart ini. Kebetulan saudara-saudara kita yang ada di Maumere dan sekitarnya sedang tertimpa musibah. Saya kira ini merupakan langkah dan amal yang sangat bagus," tutur Marpuji Ali.

Sementara itu, Ketua Badan Pengembangan Usaha dan Investasi (BPUI) UMS, Prof. Dr. Bambang Sumardjoko, M.Pd., yang memimpin pendirian 58mart menjelaskan bahwa unit usaha ini lahir sebagai strategi universitas dalam memberdayakan potensi internal.

"Pendirian 58mart ini merupakan wujud nyata atas arahan pimpinan untuk memanfaatkan serta memberdayakan aset-aset milik UMS yang sebelumnya belum teroptimalkan secara maksimal," jelas Prof. Bambang.

Melalui sinergi antara pemberdayaan aset lembaga dan aksi kepedulian sosial ini, UMS menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai pilar kepedulian sosial yang tanggap terhadap bencana kemanusiaan di tanah air.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS