BRI
Kamis, 09 Juni 2022 23:11 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi
SOLO (Soloaja.co) - Bank Indonesia bersama pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan UMKM agar dapat naik kelas, salah satu strategi pengembangan UMKM agar naik kelas adalah dengan mendorong UMKM go digital. Digitalisasi UMKM telah melahirkan berbagai peluang baru yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan inklusi keuangan bagi UMKM.
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan yang sangat penting dalam proses pemulihan ekonomi, karena UMKM memiliki kontribusi 57,14% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 96,92% dari total tenaga kerja. UMKM bahkan menjadi buffer dalam berbagai krisis ekonomi karena memiliki tingkat resiliensi yang tinggi. Oleh karena itu, pengembangan UMKM merupakan prasyarat untuk mendorong percepatan pemulihan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Bank Indonesia Solo menyelenggarakan program Onboarding UMKM Soloraya dengan tema “Digitalisasi UMKM Solo, UMKM Tambah Jago lan Raharjo”. Program ini diharapkan dapat mendorong akselerasi pemulihan ekonomi sekaligus sebagai bentuk dukungan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).
"Kegiatan ini merupakan salah satu dari berbagai program kreatif yang mengedepankan digitalisasi UMKM dan ditujukan untuk mendukung tercapainya 30 juta UMKM terhubung dengan ekosistem digital (onboarding) pada tahun 2023 bersinergi dengan pemerintah dan stakeholder terkait." Kata Kepala BI Solo Nugroho Joko Prastowo, saat membuka Onboarding UMKM Soloraya, di Swiss Belin Hotel Solo, Rabu 8 Juni 2022.
Dari 278 pendaftar, berhasil disaring sebanyak 30 UMKM di sektor makanan & minuman (F&B), fashion dan craft, mendapatkan peningkatan kapasitas dan pendampingan oleh praktisi dan narasumber yang berkompeten di bidangnya, selama dua hari mulai 8-9 Juni 2022. Pembukaan Onboarding UMKM Soloraya juga dihadiri oleh Wakil Walikota Surakarta Teguh Prakosa.
Dalam pembekalan daring, peserta antara lain diberikan materi QR Indonesia Standard (QRIS), kebanksentralan, Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SiApik), pengenalan prosedur ekspor dari Bea Cukai Surakarta dan sharing pengalaman ekspor dari agregator Tanivest Group.
Adapun dalam pelatihan luring, peserta diberikan materi antara lain terkait Digital Content Development (foto, video, dan copy writing), aktivasi & optimasi media sosial untuk bisnis, sukses jualan online di marketplace, strategi digital marketing untuk bisnis, optimasi fitur promosi di marketplace, aktivasi google business profile, serta membaca dan memahami digital report & analytic dan praktik.
Setelah mendapatkan pembekalan dan pelatihan, UMKM akan mendapatkan pendampingan intensif hingga bulan November 2022. UMKM memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan pandemi, menghadapi berbagai tantangan dan juga mendapat manfaat dari inovasi digital, termasuk penggunaan e-commerce dan layanan keuangan digital. Digitalisasi UMKM bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, memperluas akses pasar UMKM dalam skala nasional dan global serta mempermudah pembiayaan bagi UMKM.
Selain itu, adopsi QRIS yang lebih luas terus didorong untuk memfasilitasi transformasi digital UMKM. Peningkatan penggunaan QRIS dengan target 15 juta pengguna baru di tahun 2022 ini menjadi upaya sebagai daya tarik dan menjadi pintu gerbang ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Bank Indonesia meyakini kreativitas, digitalisasi, dan sinergi merupakan kunci untuk menciptakan nilai tambah dalam memajukan UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian nasional di era digital.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Walikota Solo Teguh Prakosa menyampaikan pesan kepada seluruh peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin agar memperoleh ouput yang maksimal.
Bagikan