Selasa, 01 September 2026 12:57 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Yayasan Baitul Hikmah Sukoharjo terus mengokohkan komitmennya dalam mencetak generasi Islam yang beradab, menguasai ilmu pengetahuan, serta berteknologi. Lembaga pendidikan dan dakwah yang dirintis oleh keluarga dr. Harun Rosjid, Sp.B., MARS bersama Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) sejak tahun 2008 ini kini berkembang menjadi jaringan education hub Islam yang terintegrasi di Solo Raya dan sekitarnya.
Direktur Pendidikan Ma'had Aly Baitul Hikmah, Dr Budi Hardjo, mengungkapkan bahwa sejak berdiri 18 tahun silam, Ma'had Aly Baitul Hikmah yang menjadi pelopor Sekolah Tinggi berbasis pesantren pertama di Solo Raya telah meluluskan 221 alumni. Para alumni tersebut telah disebar ke berbagai masjid, ma'had, dan sekolah Islam di seluruh Indonesia untuk memperkuat dakwah.
“Program unggulan Ma'had Aly memungkinkan mahasiswa menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur'an dalam kurun dua tahun, yang kemudian terkonversi dengan jenjang S1 Sarjana Pendidikan Islam melalui kerja sama dengan Institut Mamba'ul 'Ulum Surakarta. Tenaga pengajar kami juga didominasi lulusan luar negeri seperti Sudan, Mesir, Libya, dan Madinah,” terang Budi.
Pengembangan jenjang pendidikan di bawah naungan yayasan kini terbilang lengkap, mulai dari unit PAUDQu, MITQ (SD), MTsTQ (SMP), hingga Ma'had 'Aly (Pendidikan Tinggi). Selain di Sukoharjo kota, pengelolaan unit pendidikan juga meluas ke beberapa wilayah, termasuk cabang di Lampung yang telah berjalan selama delapan tahun serta kerja sama pengelolaan Ma'had Tarbiyatul Ummah.
Pada tahun ajaran 2026, tercatat sebanyak 43 mahasantri Ma'had 'Aly dan 40 santri MTsTQ menempuh pendidikan dengan skema beasiswa penuh, di samping kuota beasiswa parsial bagi siswa PAUD hingga MI.
Sementara itu, Ketua Dewan Kyai Ma'had Baitul Hikmah, KH Ihsan Saifuddin, S.Ag., menegaskan pentingnya keberlanjutan investasi pendidikan dan dakwah Islam. Untuk mendampingi para santri yang memiliki keterbatasan finansial, pihaknya meluncurkan program Orang Tua Asuh Qur'an (ORTASQU) di bawah unit Baitul Hikmah Peduli.
“Pendidikan dan dakwah adalah investasi jangka panjang bagi umat. Melalui program ORTASQU, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi orang tua asuh, membantu pembiayaan pendidikan santri, serta menjamin keberlangsungannya sebagai amal jariyah,” ujar KH Ihsan.
Melalui kolaborasi antara pembinaan Al-Qur'an, adab, dan penguasaan sains, Yayasan Baitul Hikmah optimistis mampu melahirkan kader da'i yang siap memberikan solusi atas berbagai tantangan dan problematika masyarakat global.
Bagikan