Senin, 18 Mei 2026 10:52 WIB
Penulis:Redaksi Daerah
Editor:Redaksi Daerah

JAKARTA – Ponsel telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari urusan keuangan, media sosial, hingga pekerjaan, hampir semuanya kini terhubung dalam satu perangkat. Namun di balik kemudahan tersebut, risiko pelacakan dan pencurian data pribadi juga semakin besar.
Tanpa banyak disadari, berbagai aplikasi dan layanan digital terus mengumpulkan data pengguna, seperti lokasi, pola pencarian internet, hingga informasi pribadi lainnya. Jika tidak waspada, data itu dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Oleh sebab itu, memahami langkah-langkah sederhana untuk membatasi pelacakan dan melindungi privasi digital menjadi hal yang semakin penting dilakukan.
BACA JUGA: 4 Rekomendasi Foldable Phone Terbaik untuk Dibeli di 2026
Cara paling efektif menghentikan pelacakan adalah mematikan perangkat sepenuhnya.
Saat ponsel aktif, sinyal tetap dapat terhubung ke jaringan seluler, GPS, maupun internet. Dengan mematikannya, seluruh koneksi tersebut terputus.
Namun cara ini memang kurang praktis karena pengguna tidak bisa menerima panggilan maupun akses internet.
Mode pesawat dapat menghentikan koneksi seluler, WiFi, dan Bluetooth sekaligus.
Fitur ini cukup efektif mengurangi pelacakan pasif tanpa harus mematikan perangkat sepenuhnya. Meski begitu, pengguna tetap tidak bisa melakukan panggilan atau mengakses internet selama mode aktif.
Banyak aplikasi memanfaatkan GPS untuk merekam pergerakan pengguna.
Karena itu, mematikan layanan lokasi menjadi langkah penting untuk membatasi pelacakan.
Cara ini tetap memungkinkan pengguna:
Tanpa terus membagikan lokasi secara real-time.
Virtual Private Network (VPN) membantu menyamarkan alamat IP dan mengenkripsi aktivitas internet pengguna.
Manfaat VPN:
Namun VPN tidak sepenuhnya menghentikan pelacakan lokasi jika GPS masih aktif.
Sebagian mesin pencari populer menyimpan riwayat pencarian dan perilaku pengguna untuk kebutuhan iklan.
Alternatif mesin pencari yang lebih fokus pada privasi dapat membantu mengurangi jejak digital dan aktivitas pelacakan.
Banyak aplikasi meminta akses berlebihan, seperti:
Padahal tidak semuanya benar-benar dibutuhkan.
Karena itu, pengguna perlu rutin mengecek dan menonaktifkan izin aplikasi yang dirasa tidak relevan.
Iklan digital bekerja dengan mengumpulkan data pengguna, termasuk lokasi dan kebiasaan belanja.
Menonaktifkan fitur personalisasi iklan dapat membantu membatasi pengumpulan data tersebut.
WiFi gratis di kafe, bandara, atau tempat umum sering menjadi celah keamanan.
Risikonya:
Jika terpaksa menggunakan WiFi publik, pastikan tidak membuka aplikasi perbankan atau memasukkan data sensitif.
Ancaman digital kini tidak hanya menyasar perusahaan besar, tetapi juga pengguna biasa. Data pribadi memiliki nilai ekonomi tinggi dan bisa disalahgunakan untuk:
Semakin banyak aktivitas dilakukan lewat ponsel, semakin besar pula risiko kebocoran data.
Melindungi privasi digital tidak selalu membutuhkan langkah rumit. Mulai dari mematikan GPS, membatasi izin aplikasi, hingga menghindari WiFi publik bisa membantu mengurangi risiko pelacakan dan pencurian data.
Di era serba digital, menjaga keamanan ponsel sama pentingnya dengan menjaga dompet pribadi.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Chrisna Chanis Cara pada 17 May 2026
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 18 Mei 2026
Bagikan