Arah Baru Forpamnas Pasca-Munas IV

Rabu, 22 Juli 2026 17:48 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001922860.jpg
Pengurus Divisi Dokumentasi dan Teknologi Informasi Forpamnas, Dwi Joko Wibisono, (Soloaja)

YOGYAKARTA (Soloaja.co) — Gelaran Musyawarah Nasional (Munas) IV Forum Pelanggan Air Minum Nasional (Forpamnas) yang berlangsung di The Rich Jogja Hotel pada 17–19 Juli 2026 resmi berakhir. 

Ajang yang dihadiri oleh 50 delegasi kota/kabupaten, 7 direktur PDAM, serta sejumlah pejabat terkait tersebut menetapkan H. Sunardi Dito Prawiro, ST, MBA dari Forum Pelanggan Banjarmasin sebagai ketua baru melalui mekanisme musyawarah.

Meski seluruh agenda organisasi—mulai dari penetapan kepengurusan baru, penyusunan AD/ART, hingga aksi simbolis penanaman pohon—berjalan lancar dan demokratis, agenda besar Forpamnas sejatinya baru dimulai. Organisasi ini kini dihadapkan pada tantangan nyata di lapangan, seperti disrupsi iklim, keberlanjutan pasca-konstruksi, keterbatasan pendanaan, hingga tuntutan digitalisasi tata kelola pelayanan air bersih berbasis masyarakat.

Pengurus Divisi Dokumentasi dan Teknologi Informasi Forpamnas, Dwi Joko Wibisono, S.Sn., menegaskan bahwa Munas IV tidak boleh berhenti sekadar sebagai panggung selebrasi atau ajang silaturahmi tahunan. Menurutnya, hasil Munas harus dibumikan menjadi aksi nyata yang berdampak langsung bagi anggota dan masyarakat luas.

Mendorong Transformasi dan Mitra Kritis

Dalam narasinya, Dwi Joko soroti posisi strategis Forpamnas untuk bertransformasi dari sekadar wadah perhimpunan menjadi motor penggerak keberlanjutan akses air bersih. Kepengurusan baru dituntut adaptif dan fleksibel dalam menerjemahkan hasil Munas ke dalam aksi nyata, terutama saat menghadapi dinamika yang kerap tak terprediksi di ruang sidang.

Sebagai organisasi non-profit independen, tantangan pendanaan juga menjadi fokus perhatian. Forpamnas dinilai perlu mengoptimalkan kemitraan kritis dengan pemerintah—termasuk mengakses dana hibah kementerian maupun berkolaborasi dengan lembaga non-pemerintah (NGO)—tanpa mengorbankan independensi dan fungsi kontrol sosialnya.

"Arah kapal Forpamnas tidak tergantung pada arah angin, melainkan pada kemampuan kita memegang kendali kemudi. Restrukturisasi, kejelasan visi, dan komitmen bersama adalah harga mutlak agar organisasi ini tetap relevan dan memberikan dampak nyata," tegas Dwi Joko.

Kini, bola berada di tangan kepengurusan baru pimpinan H. Sunardi Dito Prawiro untuk membuktikan apakah Forpamnas mampu bangkit menjadi pilar gerakan yang dinamis atau sekadar menjadi penonton perubahan di tengah pesatnya dinamika sektor pelayanan air minum nasional.