348 Gamer Solo Berlaga di Free Fire Polresta Surakarta

Kusumawati - Sabtu, 05 September 2026 21:41 WIB
Turnamen E-Sport Free Fire Piala Kapolsek Polresta Surakarta (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Suasana markas kepolisian di jajaran Polresta Surakarta mendadak semarak pada Sabtu (5/9/2026) malam. Sebanyak 348 gamer yang terbagi dalam 87 tim memadati Mako di lima Polsek untuk bertanding dalam Turnamen E-Sport Free Fire Season 2 Piala Kapolsek.

Kompetisi yang digelar serentak di Polsek Laweyan, Banjarsari, Serengan, Jebres, dan Pasar Kliwon ini menjadi ajang pembuktian strategi, komunikasi, dan kerja sama tim.

Mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, Kasihumas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani menjelaskan bahwa ajang ini dirancang sebagai wadah kegiatan positif untuk mendekatkan kepolisian dengan generasi muda.

"Turnamen malam ini diikuti 87 tim, di mana tiap tim terdiri dari empat pemain. Kami ingin menyediakan ruang kompetisi yang positif sekaligus merangkul anak muda melalui aktivitas yang mereka gemari," terang AKP Lingga.

Setelah persaingan sengit di tiap lokasi, keluar sebagai Juara I di masing-masing Polsek yaitu:

  • Polsek Laweyan: Tim Indonesia (Kapten Angga Indra, Dzaky, Zhafran, Rizky)
  • Polsek Banjarsari: Timnas Surakarta (Farel Girindra Saktiadi, Tegar Adam Syahputra, Raka Wahyu, Rafi Ilham Ramadani)
  • Polsek Serengan: YMY5 (Syafiq, Fatan, Kevin, Isham)
  • Polsek Jebres: Kansai Heaven (Bayu Zakkiyah, Muhammad Abiyan Saputra, Sutanto Etgar Wahyu Pratama, Idam Putra)
  • Polsek Pasar Kliwon: New Era (Rafi Febian, Wisnu Aji Pamungkas, Rizki Amsyar, Geral Qolifatul)

Para pemenang di setiap Polsek berhak membawa pulang uang pembinaan masing-masing sebesar Rp500 ribu untuk Juara I, Rp300 ribu untuk Juara II, dan Rp200 ribu untuk Juara III.

Kegiatan ini mendapat apresiasi hangat dari para orang tua dan tenaga pendidik. Endah, salah satu orang tua peserta di Polsek Laweyan, menilai ajang ini sangat efektif dalam membina karakter dan kerja sama anak. Hal senada disampaikan Aan, guru SMP Kristen 1 Surakarta, yang berharap ruang penyaluran bakat e-sport seperti ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS