UMS Surakarta
Selasa, 21 April 2026 08:46 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Transformasi digital kesehatan di Indonesia memasuki babak baru dengan hadirnya NutriAI Pro, platform berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) pertama yang dirancang khusus untuk memperkuat kinerja ahli gizi.
Inovasi ini diperkenalkan secara resmi dalam webinar nasional bertajuk “Resolusi Gizi Berbasis Teknologi AI” pada Minggu (19/4). Acara ini sukses menyedot perhatian lebih dari 250 peserta, mulai dari mahasiswa hingga akademisi gizi dari berbagai wilayah.
Inovasi dari Alumni UMS untuk Nasional
NutriAI Pro merupakan karya nyata dari Saminur Fauzan, seorang alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Sebagai Founder & CEO PT NutriAI Indonesia Cerdas, Saminur mengembangkan platform ini berdasarkan pengalamannya sebagai ahli gizi klinis yang seringkali terbebani oleh urusan administratif.
"NutriAI bukan sekadar alat, tetapi mitra kerja. Pekerjaan administratif yang biasanya memakan waktu berjam-jam kini bisa selesai dalam hitungan menit," ujar Saminur, Senin (20/4).
Hadirnya platform ini sekaligus menegaskan kualitas lulusan UMS dalam kancah inovasi teknologi kesehatan nasional. Sebelumnya, NutriAI telah melalui tahap *Minimum Viable Product* (MVP) yang diuji coba oleh 119 ahli gizi profesional di seluruh Indonesia.
Efisiensi Kerja Ahli Gizi
Dukungan penuh datang dari Hardinsyah, Guru Besar Ilmu Gizi IPB University sekaligus Ketua Dewan Pengawas LAM-PTKes periode 2025-2030. Ia menyebut teknologi ini sebagai momentum penting untuk meninggalkan cara-cara manual.
Platform web profesional ini mengusung tiga fitur unggulan:
1. AI NCP Generator: Menyusun dokumen Nutrition Care Process secara otomatis.
2. AI Menu Diet: Membuat rancangan menu personal yang akurat.
3. Manajemen Pasien Terintegrasi: Memudahkan pemantauan data pasien dalam satu sistem.
Dalam demonstrasi yang dilakukan, sistem ini terbukti mampu memangkas waktu pembuatan menu diet yang biasanya membutuhkan 30–45 menit menjadi hanya dalam hitungan detik.
Diakui di Kancah Internasional
Meski merupakan *startup health-tech* yang lahir pada 2025 di Dharmasraya, Sumatera Barat, NutriAI telah mendapat pengakuan global. Platform ini sempat tampil dalam ajang Harvard HSIL Global Hackathon 2026 di Malaysia.
Dukungan internasional pun mengalir melalui pesan video dari Deepali Sharma (Harvard HSIL) dan Ganesh Kathiresan, yang sepakat bahwa penggunaan AI adalah masa depan nutrisi klinis.
Dengan dukungan mitra strategis seperti PERSAGI, AIPGI, hingga Harvard T.H. Chan School of Public Health, NutriAI Pro siap menjadi pilar baru dalam meningkatkan kualitas layanan gizi di Indonesia.
Bagikan