Pura Mangkunegaran
Minggu, 12 April 2026 09:12 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Junior Chamber International (JCI) Solo sukses menggelar aksi jalan sehat inklusif bertajuk Walk For Autism (WFA) 2026 di Pamedan Mangkunegaran, Minggu (12/4/2026) pagi. Gerakan ini menjadi simbol kepedulian masyarakat Solo dalam membuka ruang dan pemahaman bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).
Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, perwakilan Pura Mangkunegaran GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo, serta tamu internasional dari JCI Vietnam.
Solo Sebagai Ibu Kota Disabilitas
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada JCI Solo dan Pura Mangkunegaran yang terus konsisten mendampingi anak-anak luar biasa di Solo. Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan prinsip no one left behind.
"Kami menjamin di Kota Surakarta untuk bisa memberikan hak-hak yang sama. Solo telah kita canangkan sebagai 'Ibu Kota Disabilitas'. Kami memiliki Perda yang mewajibkan seluruh fasilitas publik dan pusat perbelanjaan harus ramah disabilitas, serta mewajibkan tempat usaha menyerap satu persen tenaga kerja dari rekan-rekan disabilitas," tegas Respati.
Dukungan Pura Mangkunegaran
Senada, GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo menyatakan bahwa Pura Mangkunegaran berkomitmen menjadi ruang yang inklusif. Selain memberikan fasilitas tempat, keterlibatan Mangkunegaran bertujuan untuk mengubah *mindset* masyarakat agar tidak lagi memandang sebelah mata para penyandang autisme.
"Kita semua sama, jangan melupakan mereka, kita harus merangkul. Hari ini teman-teman bisa melihat penampilan seni dari komunitas autis untuk menunjukkan bahwa mereka juga memiliki bakat dan kemampuan yang luar biasa," ujar Gusti Sura.
Rangkaian Panjang WFA 2026
Local President JCI Solo, Pulung Priyo Utomo, menjelaskan bahwa kegiatan hari ini diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta, termasuk anak-anak dari 16 yayasan dan SLB di Surakarta, para pendamping, guru, serta masyarakat umum.
"WFA 2026 ini adalah rangkaian dari peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia yang sudah dimulai sejak 2 April lalu. Setelah jalan sehat ini, kami masih akan menggelar program peningkatan kapasitas untuk orang tua (parenting) dan guru, hingga upaya penyediaan tes minat bakat khusus bagi penyandang autis," jelas Pulung.
Usai bendera start di lepas oleh Walikota Respati dan GRAj Ancilla Sura, nampak peserta anak anak sangat antusias, bahkan mereka mengenakan kostum lucu dan unik lebih menambah semarak suasana ceria.
Apresiasi Internasional
Kehadiran Phan Ngoc Diem dari JCI Vietnam yang didampingi National Vice President JCI, Raymond Lee Santoso, menambah semarak acara. Phan Ngoc Diem mengaku sangat terkesan dengan kolaborasi yang terjalin antara komunitas, pemerintah, dan pihak keraton di Solo.
"Acara ini bukan hanya wujud dampak positif JCI bagi sesama, tapi tentang membangun masa depan bersama. Anak-anak ini memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menjadi bagian penting yang berkontribusi bagi masyarakat," ungkapnya.
Raymond Lee Santoso menambahkan JCI Indonesia selalu berupaya konsisten menggelar kegiatan serupa untuk mendukung anak anak autis dan berkebutuhan khusus lainnya lebih percaya diri dan berkarya.
Melalui Walk For Autism 2026, JCI Solo berharap kesetaraan bagi penyandang autis bukan lagi sekadar slogan, melainkan realitas yang dirasakan di setiap sudut Kota Solo.
Bagikan