65 Guru SD Muhammadiyah 1 Solo Terima Sertifikat PRV
SOLO (Soloaja.co) – Semangat penguatan ideologi di era digital terus digelorakan oleh SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. Sebanyak 65 guru dan karyawan sekolah tersebut resmi menerima Sertifikat Pesantren Ramadan Virtual (PRV) dari Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis oleh Kepala Sekolah, Sri Sayekti, kepada tujuh perwakilan guru dan karyawan. Momen bersejarah ini berlangsung di tengah agenda workshop sekolah model mengenai pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial (AI) di Red Chilies Hotel Solo, Sabtu (11/4/2026).
- BRI Sediakan Layanan Bayar UTBK SNBT via BRImo
- Tolak Keadilan Restoratif, Kasus Penganiayaan Kucing Mintel Berlanjut
Sri Sayekti menegaskan bahwa sertifikat yang ditandatangani oleh Didik Suhardi ini bukan sekadar lembaran kertas. Bagi sekolah yang telah berdiri sejak 1935 tersebut, sertifikat ini menjadi bukti konkret penguatan ideologi Muhammadiyah di ranah digital sekaligus bentuk profesionalisme tenaga pendidik.
"Saya serahkan sertifikat PRV ini, semoga bermanfaat. Guru Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi unggul yang berlandaskan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan," ujar Sayekti.
Program PRV sendiri menawarkan kurikulum komprehensif berbasis aplikasi. Peserta mengakses berbagai menu digital mulai dari e-modul thaharah, ibadah, Al-Qur'an, Al-Hadits, hingga hikmah Ramadan. Selain itu, terdapat fitur pemantauan salat tarawih dan menu sedekah harian melalui sistem QRIS Lazismu. Di akhir program, peserta mendapatkan rapor digital sebagai hasil uji pemahaman dan refleksi skor ibadah.
- Strategi SD Muhammadiyah 1 Solo Menuju Era AI dan Koding
- AFPI Dorong Mahasiswa Riau Bijak Gunakan Pinjaman Online
Sayekti berharap, melalui penguatan ideologi ini, para guru mampu menjadi sosok yang *digugu lan ditiru*, meneladani akhlak mulia KH Ahmad Dahlan. Ia menekankan bahwa setiap personel di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sejatinya adalah kader persyarikatan.
"Guru dan karyawan di SD Muhammadiyah 1 Solo harus memahami jati diri persyarikatan. Dengan pemahaman yang kuat, kita tidak hanya menjalankan pekerjaan, tetapi juga menjalankan misi dakwah berkemajuan untuk mendukung sekolah model yang berkeadaban," pungkasnya.
