UNISRI Diplomatic Course 2026 Simulasikan Sidang PBB

Kusumawati - Rabu, 13 Mei 2026 13:16 WIB
UNISRI Diplomatic Course 2026 (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta kembali menggelar agenda tahunan bergengsi UNISRI Diplomatic Course (UDC) 2026. Kegiatan yang bertempat di Solo Paragon Hotel & Residences pada Rabu (13/5) ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempraktikkan kemampuan diplomasi secara nyata.

UDC 2026 dirancang sebagai simulasi sidang United Nations General Assembly (UNGA) atau Majelis Umum PBB. Melalui program ini, mahasiswa dituntut untuk mengasah kemampuan negosiasi, public speaking, hingga penyusunan resolusi internasional layaknya delegasi resmi suatu negara dalam menghadapi isu global yang kompleks.

Pada tahun ini, UDC mengangkat tema yang sangat krusial dan relevan dengan kondisi geopolitik terkini, yaitu “Mediating Conflict in the Middle East after Israel-USA Attack on Iran”.

Pemilihan tema ini bertujuan untuk mengajak mahasiswa memahami dinamika kepentingan antarnegara serta tantangan diplomasi multilateral dalam menciptakan stabilitas di kawasan Timur Tengah.

Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UNISRI, Dr. Ganjar Widhiyoga, menegaskan bahwa UDC merupakan instrumen penting dalam pembentukan karakter mahasiswa.

“UDC adalah wadah pembentukan karakter diplomatis mahasiswa agar mampu menjadi generasi muda yang kritis, adaptif, komunikatif, dan memiliki wawasan global di tengah dinamika politik internasional yang terus berkembang,” terangnya.

Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa yang berperan sebagai delegasi berbagai negara anggota PBB melakukan rangkaian proses sidang, mulai dari menyampaikan posisi negara, melakukan negosiasi atau caucus, hingga membentuk aliansi diplomatik. Puncak dari simulasi ini adalah perumusan draft resolution sebagai solusi kolektif atas konflik yang dibahas.

Melalui penyelenggaraan UDC 2026, UNISRI terus menunjukkan komitmennya dalam menyediakan lingkungan pembelajaran yang inovatif dan progresif. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik, tetapi juga memperluas perspektif internasional dan menumbuhkan semangat kepemimpinan mahasiswa dalam menghadapi tantangan global.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS