Tim Mahasiswa UMS Raih Silver Medal Berkat Inovasi CRAVISTA

Kusumawati - Selasa, 29 September 2026 10:04 WIB
Mahasiswa Gizi UMS raih juara dalam Nusantara Creative Competition ke-4 (NCC 4) di Bali (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) - Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Tim dari Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS sukses membawa pulang Silver Medal dalam ajang Nusantara Creative Competition ke-4 (NCC 4) yang berlangsung di Bali pada 19 September 2026.

Penghargaan tersebut diraih berkat inovasi pangan lokal bernama CRAVISTA, sebuah camilan crackers yang memanfaatkan buah kawista (Limonia acidissima) khas Rembang serta tepung mocaf (Modified Cassava Flour). Tim inovatif ini diketuai oleh Fika Rahma bersama dua anggotanya, Naufal Maulana dan Nayla Nur Wafika.

Ketua tim, Fika Rahma, menjelaskan bahwa ide pembuatan CRAVISTA berangkat dari keprihatinan terhadap pemanfaatan buah kawista yang sejauh ini masih terbatas pada olahan tradisional seperti sirup, dodol, dan selai.

Selama ini pemanfaatan kawista lebih dikenal dalam olahan tradisional. Tim melihat adanya peluang untuk meningkatkan nilai tambahnya melalui inovasi produk yang lebih praktis dan menarik bagi masyarakat, ujar Fika, Jumat (25/9/2026).

Melalui kombinasi tepung mocaf dan cita rasa khas buah kawista, CRAVISTA menghadirkan camilan modern yang tidak hanya lezat tetapi juga membawa identitas pangan daerah. Keikutsertaan mereka dalam NCC 4 yang mengusung tema Strategi dan Inovasi Generasi Muda dalam Mendorong Kemajuan Indonesia di Berbagai Sektor ini menjadi bukti kontribusi mahasiswa dalam diversifikasi pangan.

Proses panjang telah dilalui tim, mulai dari formulasi produk, penyusunan materi, desain kemasan, hingga presentasi di hadapan dewan juri. Kerja sama dan pembagian peran yang solid menjadi kunci keberhasilan mereka hingga mampu meraih medali perak.

Fika berharap inovasi ini dapat meluaskan pengenalan potensi buah kawista khas Rembang ke tingkat nasional.

CRAVISTA bukan sekadar camilan, tetapi merupakan inovasi pangan lokal yang mampu meningkatkan nilai tambah buah kawista sebagai produk diversifikasi pangan nasional, serta mampu mempertahankan identitas Kabupaten Rembang melalui produk modern yang sehat dan berdaya saing, pungkasnya.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌