Tanwir Muhammadiyah: Ikhtiar Merawat Nilai Pencerahan Sejak 1932

Kusumawati - Kamis, 06 Agustus 2026 22:17 WIB
Dr Tafsir Ketua PWM Jateng (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Tanwir III Nasyiatul Aisyiyah di Surakarta. Ditemui di sela acara, ia menyatakan optimisme tinggi bahwa forum tertinggi kedua di bawah muktamar ini akan berjalan dengan sukses, teduh, dan penuh kebersamaan.

Tafsir menjelaskan, istilah Tanwir memiliki akar sejarah dan makna filosofis yang sangat mendalam di tubuh Persyarikatan Muhammadiyah. Secara etimologi, kata Tanwir berasal dari bahasa Arab nawwara-yunawwiru-tanwiran yang berarti pencerahan, penyinaran, atau penerangan.

"Tanwir tidak sekadar hal-hal yang bersifat teknis administratif untuk menghasilkan calon pemimpin. Tetapi ada pencerahan-pencerahan pemikiran yang dibangun di dalam forum tersebut," ujar Tafsir saat menghadiri pembukaan Tanwir III Nasyiatul Aisyiyah di Puri Nalendra Ballroom Hotel Lorin Syariah, Surakarta, Kamis (6/8).

Lebih lanjut, Tafsir menguraikan bahwa istilah ini mulai resmi digunakan sejak tahun 1932 dengan nama Madjlis Tanwir. Forum tersebut lahir dari Keputusan Konferensi Konsul Hoofdbestuur Muhammadiyah Hindia-Timur di Yogyakarta pada 19-22 November 1932 silam. Menurutnya, karakteristik inilah yang membedakan sidang tahunan Muhammadiyah dengan organisasi lain.

Secara struktural, implementasi Tanwir mencakup pembahasan agenda strategis. Di antaranya laporan berkala Pimpinan Pusat, menuntaskan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), hingga menjadi forum pembicaraan pendahuluan untuk mematangkan materi yang akan dibawa ke tingkat Muktamar.

"Luar biasa Muhammadiyah. Sidang tahunan kita tidak semata-mata mengurusi persoalan organisme internal organisasi, tetapi juga membangun nilai-nilai pencerahan bagi internal maupun eksternal," tegasnya.

Melalui momentum ini, Tafsir mendorong agar Tanwir III Nasyiatul Aisyiyah mampu mengintegrasikan substansi dasar dari nama forum itu sendiri untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

"Harapannya forum ini benar-benar menyinari. Kita tidak sekadar berkumpul untuk mekanisme organisasi yang bersifat mekanistik, melainkan juga menghasilkan pemikiran yang bersifat interpretatif dan mencerahkan," pungkas Tafsir.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS