Usia Bukan Batasan, Dua Praktisi Senior Tempuh Pendidikan S3 Teknik Industri UNS

Kusumawati - Selasa, 01 September 2026 14:09 WIB
Yongkie Tileno (65) dan Zammachri (70), yang resmi dilantik mahasiswa program doktoral Teknik UNS (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Usia bukan batas untuk belajar. Semangat tersebut ditunjukkan dua praktisi senior, Yongkie Tileno (65) dan Zammachri (70), yang resmi dilantik oleh Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., sebagai mahasiswa baru Program Doktor (S3) Teknik Industri UNS di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Selasa (1/9/2026).

Keduanya memilih kembali ke bangku akademik untuk memperkuat sinergi antara pengalaman praktis di lapangan dan ilmu akademis.

Yongkie Tileno, pengelola PT Waskita Prima Guna Jakarta yang ahli di bidang sistem pendingin dan penghematan energi, menegaskan bahwa pendidikan merupakan proses sepanjang hayat. Lulusan S1 Teknik Mesin dan S2 Teknik Industri ISTN Jakarta ini menargetkan kelulusan dalam waktu tiga tahun.

"Bagi saya, belajar adalah sebuah passion. Kita harus terus belajar sejak lahir hingga akhir kehidupan. Jangan sampai setelah mendapatkan gelar kita berhenti belajar. Kita harus terus meningkatkan pengetahuan agar mampu berkompetisi dan memberikan kontribusi bagi kemajuan negara," ujar Yongkie.

Semangat serupa diusung Zammachri, pengusaha dan praktisi bidang konstruksi asal Riau. Meniti karir sejak 1982 dari field engineer hingga general manager sebelum pensiun pada 2011 dan membuka usaha sendiri, Zammachri ingin mendokumentasikan pengalaman empirisnya menjadi referensi akademis serta memberi motivasi bagi anak dan cucunya.

"Sebagai seorang Muslim, saya meyakini bahwa belajar itu dilakukan sepanjang hayat. Karena itu, saya tidak ingin berhenti belajar hanya karena usia. Selama bekerja di lapangan, saya mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman empiris. Cita-cita saya adalah bagaimana pengalaman empiris dengan ilmu akademis itu bisa menjadi satu," jelas Zammachri.

Meski masih memiliki kesibukan profesional di Jakarta, keduanya siap menjalani sistem perkuliahan luring maupun daring di UNS demi menyelesaikan studi doktor mereka.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS