Umbul Mantram Grebeg Sudiro; Digitalisasi UMKM BI & Netzme

Kusumawati - Jumat, 06 Februari 2026 08:54 WIB
Umbul Mantram dimulainya Grebeg Sudiro 2026 bersama Walikota dan Wakil Walikota Surakarta (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Perayaan budaya tahunan Grebeg Sudiro kembali menyapa Kota Solo dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577. Agenda yang menjadi simbol kerukunan etnis Tionghoa dan Jawa ini resmi dimulai dengan ritual khidmat Umbul Mantram di kawasan Sudiroprajan, Solo, Kamis (5/2/2026).

Umbul Mantram merupakan tradisi memanjatkan doa kepada Tuhan yang disimbolkan dengan mengirab tumpeng dan hasil bumi. Ritual ini bermakna memohon keselamatan serta keberkahan bagi seluruh warga Sudiroprajan agar senantiasa dilimpahi kemakmuran.

Prosesi Umbul Mantram digelar dengan khusyuk oleh ratusan warga Sudiroprajan, dalam Kirab terdiri dari Padepokan Keris Brojobuwono yang membawa air suci dan puja mantram. Lalu barisan warga Kelurahan Sudiroprajan Solo, dengan busana tradisional Jawa, busana Tionghoa dan busana keagamaan.

Disusul barisan ibu PKK membawa tumpeng dan baki dengan aneka makanan lalu ditutup dua jodang berisi gunungan hasil bumi.

Ikut kirab pula dalam rombongan Walikota Surakarta Respati Ardi, Wakil. Walikota Astrid Widayani, Kepala BI Surakarta, Dwijatno Cahyo Nugroho, Pribadie Utomo, Head of Central Java PT Netzme Kreasi Indonesia, Agustin Peranginangin Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, lurah Sudiroprajan dan sejumlah tokoh sesepuh Sudiroprajan.

Walikota Solo Janjikan Revitalisasi Skala Internasional

Walikota Surakarta, Respati Ardi, yang hadir dalam pembukaan tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap harmoni budaya yang tercipta. Namun, ia juga memberikan catatan untuk peningkatan kualitas event di masa depan.

"Ini adalah contoh akulturasi yang luar biasa harmonis. Meskipun begitu, saya melihat masih ada kekurangan minor yang akan kita rombak tahun depan. Kita akan buat lebih baik lagi untuk mengundang wisatawan internasional dan dari kota lain," ujar Respati.

Ia menekankan bahwa potensi Grebeg Sudiro sangat besar untuk terus diperbarui demi menjaga kerukunan sekaligus meningkatkan daya tarik wisata Kota Bengawan.

Digitalisasi UMKM Lewat Kolaborasi BI dan Netzme

Sisi menarik dari Grebeg Sudiro tahun ini adalah sentuhan teknologi pada sektor ekonomi kreatif. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Surakarta bekerja sama dengan PT Netzme Kreasi Indonesia untuk mendigitalisasikan ratusan UMKM yang berjualan di sekitar Pasar Gede.

Kepala BI Surakarta, Dwijatno Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk menyandingkan budaya tradisional dengan metode pembayaran kekinian.

"Kami memotivasi para UMKM untuk proaktif menawarkan pembayaran menggunakan QRIS. Kami ingin masyarakat yang berinteraksi dengan budaya tradisional juga terbiasa dengan sarana pembayaran digital yang aman dan mudah," tutur Dwijatno.

Hadiah Menarik bagi Pengguna QRIS

Dukungan penuh juga datang dari PT Netzme Kreasi Indonesia. Pribadie Utomo, Head of Central Java Netzme, mengungkapkan telah menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi UMKM dan pembeli yang aktif bertransaksi menggunakan QRIS.

"Kami mengadakan kompetisi frekuensi transaksi bagi UMKM dengan total hadiah belasan juta rupiah. Untuk pembeli, kami siapkan hadiah berupa barang seperti kulkas, TV, hingga smartphone bagi pengguna terbanyak," jelas Pribadie.

Saat ini, tercatat ada 76 UMKM di bawah Kelurahan Sudiroprajan yang sudah terlibat aktif, dari total potensi sekitar 300 UMKM di kawasan Pasar Gede. Langkah digitalisasi ini diharapkan membuat UMKM lokal semakin melek teknologi dan siap melayani wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Solo.

Pribadie berharap kerjasama dan dukungan Netzme tidak hanya sampai disini saja. Karena ia melihat potensi UMKM dalam prospek digitalisasi perekonomian di kota Solo cukup tinggi.

"Netzme siap berkolaborasi dan mendukung perkembangan ekonomi digital di kota Solo khususnya dukungan untuk UMKM," Pungkasnya.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS