Jalur Mangkunegaran Run Raih Sertifikasi World Athletics
SOLO (Soloaja.co) — Ajang lari bergengsi Mangkunegaran Run 2026 dipastikan bakal menyandang standar internasional. Pihak penyelenggara mendatangkan langsung pengukur jalur resmi (road race course measurer) dari World Athletics, Kim Vivian, melakukan verifikasi dan sertifikasi lintasan di sepanjang jalanan Kota Solo, Sabtu (1/2).
Langkah ini diambil guna menjamin akurasi jarak dan keamanan rute bagi lebih dari 7.000 pelari yang dijadwalkan berpartisipasi pada Mei 2026 mendatang. Kim Vivian, yang telah berpengalaman selama 15 tahun mengukur lintasan maraton dunia, menyisir rute kategori half marathon (21,1 km), 10K, dan 5K menggunakan metode sepeda yang presisi.
- Lahan PT BHAS Dicaplok Warga, Camat Grogol Dorong Mediasi
- Sabet Emas SEA Games, Mahasiswa RPL UMS Terima Bonus Rp1 M
"Sertifikasi ini sangat penting untuk menjamin standar kualitas, keamanan, dan keadilan dalam perlombaan. Dengan jarak yang akurat, catatan waktu resmi para atlet nantinya dapat diakui secara internasional, baik untuk validasi rekor maupun kualifikasi ajang dunia lainnya," ujar Kim saat ditemui di sela kegiatannya di Solo.
Dalam pengamatannya, Kim memuji infrastruktur jalan di Kota Solo yang dinilai sangat representatif untuk perlombaan lari. Ia menyebut rute yang dimulai dari kawasan stadion memiliki permukaan jalan yang fantastis dan profil yang relatif landai tanpa banyak tanjakan ekstrem. Kondisi ini diprediksi akan memanjakan para pelari untuk memacu kecepatan maksimal.
- BPJS TK Surakarta Dorong Perlindungan 130 Proyek Wonogiri
- SD Muhammadiyah PK Solo Raih Edukasi ZIS Terbaik 2025
"Permukaan jalan terlihat luar biasa dan rutenya sangat menarik karena berkelok membelah keindahan kota. Ini akan menjadi pengalaman lari yang sangat menyenangkan," tambahnya.
Mangkunegaran Run merupakan kolaborasi antara Pura Mangkunegaran, Katadata, dan Yayasan DNC yang telah rutin digelar sejak 2023.
Jika seluruh kriteria elevasi dan teknis terpenuhi, ajang ini berpeluang besar masuk dalam kalender resmi World Athletics. Hal ini tidak hanya meningkatkan gengsi perlombaan, tetapi juga memperkuat posisi Solo sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia. (Red/Humas)
