Tabligh Akbar UMS: Dr. Bachtiar Ajak Mahasiswa Kader Berdaya

Kusumawati - Sabtu, 28 Februari 2026 06:51 WIB
Ketua MPKSDI Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022–2027, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.P.A (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menggelar Tabligh Akbar bertajuk “Muda Berdaya dan Berdampak” pada Jumat (27/2/2026) malam. Kegiatan yang menghadirkan Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.P.A., ini memadati lantai satu dan dua Masjid Sudalmiyah Rais, Kampus II UMS.

Wakil Rektor III UMS Bidang AIK, Pengkaderan, dan Alumni, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., menyatakan bahwa agenda ini merupakan komitmen kampus dalam memperkuat identitas Islami sekaligus prioritas pembinaan rohani bagi mahasiswa.

“Kita ingin menjadikan UMS sebagai kampus Islami yang mencerahkan, unggul, mendunia, dan berkelanjutan,” tegas Mutohharun dalam sambutannya di hadapan ratusan mahasiswa.

Masa Muda: Puncak Energi Kehidupan

Dalam tausiyahnya, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan mengibaratkan masa muda seperti matahari yang berada di titik tertinggi; panas, kuat, dan penuh energi. Ia menekankan bahwa fase ini harus dimanfaatkan untuk melahirkan pribadi yang kritis, kreatif, dan energik.

“Anak muda harus maksimal. Jangan jadi generasi yang lemah secara fisik, intelektual, apalagi spiritual,” ujar Bachtiar.

Ia menguraikan tiga karakter utama yang harus dimiliki kader muda Muhammadiyah agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat:
* Fondasi Tauhid yang Kokoh: Pemimpin masa depan harus memiliki akidah yang lurus agar amanah dalam memakmurkan bumi.

* Berbakti kepada Orang Tua: Kesalehan sosial dimulai dari rumah. Ia mengingatkan mahasiswa untuk menjaga komunikasi hangat dengan orang tua, bukan sekadar menghubungi saat kebutuhan finansial mendesak.
* Keseimbangan Dunia dan Akhirat: Mahasiswa diminta meraih prestasi akademik yang tinggi (menang di dunia) tanpa melupakan persiapan spiritual (selamat di akhirat).

Pesan Intelektualitas

Menutup paparannya, Bachtiar mengingatkan mahasiswa untuk serius dalam menempuh pendidikan dan memperkuat literasi agar tidak menjadi "mahasiswa abadi". Menurutnya, umat Islam yang kuat secara intelektual jauh lebih dicintai oleh Allah SWT.

Antusiasme jamaah yang luar biasa hingga memenuhi selasar masjid menjadi sinyal positif lahirnya kader-kader umat yang siap berkontribusi bagi masa depan bangsa dari rahim kampus UMS.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS