LPS Kucurkan Beasiswa dan Riset Strategis untuk UNS
SOLO (Soloaja.co) – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) resmi memulai implementasi kerja sama strategis dalam pengembangan kompetensi serta penguatan stabilitas sistem keuangan. Seremoni peresmian program ini berlangsung di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (27/2/2026).
Langkah ini merupakan tindak lanjut konkret dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah ditandatangani kedua belah pihak pada Oktober tahun lalu. Dalam implementasi kali ini, LPS menyalurkan beasiswa kepada 20 mahasiswa terpilih UNS yang mencakup biaya pendidikan serta tunjangan biaya hidup.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof. Anggito Abimanyu, menyatakan bahwa UNS merupakan mitra strategis karena memiliki keunggulan akademik yang relevan dengan fungsi LPS.
“UNS telah mengintegrasikan materi penjaminan simpanan dan stabilitas sistem keuangan ke dalam kurikulumnya. Ini sangat penting untuk mencetak SDM yang paham kebijakan publik dan keuangan,” ujar Prof. Anggito.
Kolaborasi Riset Berbasis Big Data
Selain program beasiswa, UNS terpilih menjadi satu dari empat perguruan tinggi elit di Indonesia—bersama UGM, UI, dan IPB—yang dipercaya menjalankan riset bersama menggunakan aset big data milik LPS. Kolaborasi riset ini ditargetkan menghasilkan kajian mendalam untuk memperkuat sistem keuangan nasional.
- Langkah-Langkah Lapor SPT 2026, Deadline 31 Maret
- Gebyar Ramadan, ShopeePay Tebar Hadiah Umroh dan Saldo 5M
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, menyambut baik kepercayaan tersebut. Ia menyebut hubungan UNS dan LPS yang telah terjalin sejak 2013 kini semakin solid.
“Kami berharap sinergi antara dunia akademik dan lembaga negara ini terus menghasilkan riset berkualitas yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tutur Prof. Irwan.
Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan mahasiswa penerima beasiswa sebagai simbol dimulainya babak baru kolaborasi pendidikan dan riset antara lembaga penjamin negara dengan kampus benteng Pancasila tersebut.
