Stok Beras Solo Raya Melimpah, DPR RI Puji Kinerja Bulog Hadapi El Nino
SUKOHARJO (Soloaja.co) – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra dari Dapil V Jawa Tengah, Adik Sasongko, melakukan kunjungan kerja dan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog Telukan, Sukoharjo, Selasa (05/05).
Kunjungan dalam masa reses ini bertujuan untuk memastikan ketahanan pangan dan ketersediaan stok beras bagi masyarakat di wilayah Solo Raya tetap aman di tengah tantangan iklim El Nino.
"Kami pastikan ketersediaan stok beras bagi masyarakat di wilayah Solo Raya tetap aman di tengah tantangan iklim El Nino. Dan terbukti stok beras aman, padi petani terserap dengan baik, kebutuhan untuk bantuan pangan juga terpenuhi, " Ungkap Adik Sasongko, saat melakukan pantauan di Gudang Bulog Telukan Sukoharjo, Selasa (05/05).
- Hemat di Grab Pakai Kartu Kredit BRI, Ada Diskon hingga Rp25.000
- Harga Emas Koreksi, Ini Sikap yang Sebaiknya Diambil Investor
Adik juga mengapresiasi kinerja bulog serta mengingatkan untuk terus melakukan maintenance secara berkala agar kualitas pasokan tetap terjaga, tidak rusak, dan aman dikonsumsi masyarakat.
"Intinya, masyarakat tidak perlu resah. Stok pasokan kita cukup untuk menghadapi tantangan alam ke depan,” tandas Adik.
Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo yang mendampingi kunjungan anggota Fraksi Gerindra DPR-RI memberikan apresiasi tinggi terhadap manajemen stok yang dilakukan Perum Bulog Cabang Surakarta. Berdasarkan pantauannya, Bulog telah melakukan langkah antisipatif dengan menyerap hasil panen petani secara maksimal.
Dalam sidak tersebut disampaikan efektivitas manajemen First In First Out (FIFO) yang berjalan dengan baik. Dari ribuan ton stok, hanya tersisa sekitar 180 ton stok tahun lalu, yang menandakan perputaran beras di gudang tersebut sangat sehat.
- SOLEC Dorong UMKM Solo Raya Bersinergi dan Naik Kelas
- Tren Bisnis Skincare Lokal: Peran Maklon Arbain Dorong UMKM Naik Kelas
"Stoknya aman sampai akhir tahun, bahkan Bulog sampai menyewa gudang-gudang swasta untuk menampung serapan. Saya mengapresiasi kerja keras bapak-bapak Bulog di Solo Raya. Tantangan iklim seperti El Nino Godzilla ini nyata, namun Bulog sebagai perpanjangan tangan pemerintah mampu mengambil peran dengan baik," ujar Eko Sapto.
Ia juga memuji fasilitas mesin pemrosesan di Gudang Telukan yang mampu memproduksi beras dengan kualitas premium grade. Hal ini memastikan bahwa beras yang disalurkan ke masyarakat, baik untuk bantuan pangan maupun stabilisasi harga, memiliki standar kualitas yang tinggi.
Pemimpin Cabang Bulog Surakarta, Nanang Haryanto, menjelaskan bahwa saat ini total stok beras di wilayah Solo Raya mencapai 80.000 ton. Jumlah ini tersebar di 9 komplek pergudangan milik Bulog serta 9 komplek gudang swasta yang disewa akibat melimpahnya pasokan.
"Realisasi penyerapan kami hingga hari ini sudah mencapai 62 persen atau sekitar 58.000 ton dari target tahunan 93.000 ton. Mayoritas stok yang ada sekarang adalah hasil pengadaan tahun 2026," jelas Nanang.
- Panji Mider Ingrat: Pesan Kepemimpinan dari Mugiyono Kasido di Hari Tari Dunia
- Biar Tidak Boncos, Ini Cara Hitung Laba Rugi Saham
Meskipun harga di tingkat petani saat ini cukup tinggi, yakni di kisaran Rp7.000 hingga Rp7.400 per kilogram—berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500—Bulog tetap berkomitmen menjadi jaring pengaman bagi petani.
Untuk sisi konsumen, Nanang mengimbau masyarakat Solo Raya agar tidak khawatir. Bulog terus mengguyur pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
"Masyarakat tidak perlu khawatir. Beras SPHP kami jual dengan harga Rp11.000 di tingkat gudang, dengan harga maksimal di konsumen sebesar Rp12.500 per kilogram. Dengan stok 80.000 ton, kebutuhan untuk bantuan pangan maupun pasar murah sangat tercukupi hingga tahun depan," pungkasnya.
Total Stok Bulog Solo Raya 80.000 Ton dengan Realisasi Serapan 58.000 Ton (62% dari target). Stok Tahun 2026 Mendominasi hampir 60% dari total simpanan. Untuk Harga Beras SPHP Maksimal Rp12.500/kg di tingkat konsumen.
