STIM Surakarta Wisuda 110 Sarjana PBA, Ustad Ba'asyir Berpesan Jadilah Mukmin Sejati dan Bela IsIam Dengan Ilmumu

Kusumawati - Sabtu, 30 Agustus 2025 16:52 WIB
Wisuda ke-8 STIM Surakarta (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) - Sekolah Tinggi Islam Al Mukmin (STIM) Surakarta menggelar wisuda. Sebanyak 110 wisudawan dari program studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) diwisuda pada Sabtu, 30 Agustus 2025, di Hotel Sahid Jaya Solo.

Dari jumlah tersebut, 27 wisudawan berhasil meraih predikat istimewa sebagai lulusan terbaik dengan capaian cumlaude sekaligus hafal Al-Qur'an 30 juz.

Ketua STIM Surakarta, Dr. Zahrodin Fanani, M.PI, menyampaikan bahwa sejak berdiri pada tahun 2012, STIM berfokus pada pengembangan Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Saat ini, STIM memiliki 925 mahasantri dan 35 dosen, dan telah meluluskan delapan angkatan.

Dr. Zahrodin juga mengumumkan kabar baik bahwa STIM akan segera membuka dua program studi baru, yaitu Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, yang tinggal menunggu izin resmi.

"Kami terus berupaya menuju akreditasi B pada tahun 2025 dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan." ujar Dr. Zahrodin.

Ia juga menjelaskan program unggulan STIM, di antaranya sanadisasi keilmuan, pengayaan bahasa Arab, dan sertifikasi interdisciplinary sharing. Dalam rencana pengembangan STIM menuju Institut Islam (2024–2028), pihaknya akan memperkuat tiga pilar utama: sanad keilmuan, penguasaan bahasa Arab, dan kedisiplinan.

Sinergi dengan Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki dan seluruh pondok pesantren yang berafiliasi menjadi kunci. "Kampus STIM Surakarta ini diharapkan menjadi mercusuar ilmu yang berperadaban," kata Dr. Zahrodin.

Pada kesempatan tersebut Prof. Dr. Phil. H. Sahiron, M.A (DIR. PTKI Kemenag RI) juga menyampaikan selamat dengan video call, juga Prof. Dr. H. Rokhmadi, M.Ag. (Sekertaris Kopertis 10 Wilayah Jawa Tengah).

Hadir pula Ust. KH. Abu Bakar Ba`asyir (Pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki), Ust. Drs. KH. Farid Ma`ruf, Ns. (Ketua Yayasan PP Al Mukmin). Ust. Drs. KH. Taufiq Usman, M. Si. (Pembina Yayasan PP Al Mukmin). Juga Ust. KH. Yahya Abdurrohman (Mudir PP Al Mukmin).

Ustad Abu Bakar Ba'asyir yang juga penasehat STIM Surakarta, memberikan pesan mendalam kepada para wisudawan. Ia menegaskan bahwa tujuan utama pesantren adalah mencetak lulusan yang menjadi Mukmin haqqan atau mukmin yang sejati.

"Mukmin sejati memiliki dua sifat utama. Pertama, orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tanpa sedikitpun keraguan. Imannya tidak goyah, bahkan ketika ada perintah Allah yang seolah bertentangan dengan pandangan masyarakat," jelasnya.

Sifat kedua, lanjut Ustad Abu Bakar, adalah kesediaan untuk membela Islam dengan sekuat tenaga, melalui berbagai cara yang dimampui. "Berjuang membela Islam tidak harus dengan senjata, bisa dengan ilmu pendidikan seperti mendirikan sekolah atau pesantren yang tujuannya membela Islam. Itu juga jihad," tuturnya.

Ia berharap, para alumni STIM akan menjadi mukmin yang selalu siap membela Islam, meskipun hal itu merugikan kepentingan duniawi. "Hidupnya hanya untuk membela Islam. Inilah tujuan kita di sini, di Al-Mukmin," pungkasnya.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS