Aksi Anarkis di Semarang, Tiga Mobil dan Kantin Hangus Terbakar, Gubernur Luthfi Tenangkan Massa
SEMARANG (Soloaja.co) - Aksi demonstrasi yang semula damai berubah menjadi anarkis di depan Kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, Jumat malam (29/8/2025). Massa yang mayoritas anak muda melempari gedung dengan batu dan kembang api, bahkan membakar tiga mobil dan sebuah kantin milik warga.
Insiden ini terjadi setelah massa berdemonstrasi sejak siang di depan Markas Polda Jateng, lalu bergerak ke Jalan Menteri Supeno dan akhirnya mencapai Kantor Gubernur di Jalan Pahlawan. Sekitar pukul 19.30 WIB, aksi anarkis dimulai di area parkir. Massa merobohkan gerbang belakang dan merangsek masuk.
- Refleksi 80 Tahun Merdeka, Perekonomian Indonesia di Simpang Jalan
- Terdepan di Indonesia, BRI Bukukan Portofolio Sustainable Finance Rp807,8 Triliun
Aksi perusakan pun tak terhindarkan. Pos jaga belakang dicoret-coret dan dirusak, sementara kantin dan beberapa mobil terbakar setelah dilempari molotov.
Belasan mobil yang terparkir juga mengalami kerusakan parah akibat lemparan batu. Aksi brutal ini baru berhenti setelah polisi tiba di lokasi dan menembakkan gas air mata. Petugas pemadam kebakaran segera datang untuk memadamkan api yang berkobar.
Mendapat laporan, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi langsung mendatangi lokasi. Ia menyatakan kekecewaannya atas tindakan anarkis yang merusak fasilitas umum dan milik warga. "Kami menyesalkan aksi anarkis ini, karena kantin ini adalah usaha milik warga," ujar Luthfi.
- Bhabinkamtibmas Polres Sukoharjo Rutin Dampingi Petani Jagung untuk Ketahanan Pangan
- Korea Selatan Berlakukan Larangan Ponsel di Jam Pelajaran Sekolah
Ia menegaskan dua hal penting. Pertama, ia mengimbau seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk tetap tenang dan bersama-sama menjaga kondusivitas yang sudah terjalin baik selama ini. Kedua, ia langsung memerintahkan jajarannya untuk segera membersihkan sisa-sisa kebakaran dan puing-puing, agar pelayanan publik esok hari tidak terganggu.
Selain itu, Luthfi juga menyampaikan empati mendalam atas meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Setiawan, dalam aksi demonstrasi di Jakarta. Ia meminta masyarakat Jawa Tengah agar tidak mudah terprovokasi.
"Kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum Affan Kurniawan. Kami minta masyarakat untuk tetap tenang dan jangan terpengaruh provokasi yang justru merugikan masyarakat," tegas Luthfi.