Siswa SMP Muhammadiyah PK Solo Belajar Mandiri di Wonogiri
WONOGIRI (Soloaja.co) – Sebanyak 150 siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menjalani pengalaman hidup baru melalui kegiatan home stay atau live in di Dukuh Keblokan, Desa Sendang Ijo, Kecamatan Selogiri, Wonogiri.
Selama tiga hari dua malam (29–31/1/2026), para siswa melebur dengan kehidupan pedesaan untuk menguatkan kemandirian dan kepedulian sosial.
Mengusung tema “Mandiri dalam Keseharian, Bermakna dalam Kebersamaan”, para siswa tidak tinggal di penginapan, melainkan di rumah-rumah warga yang menjadi orang tua asuh mereka.
- Seni dan Psikologi: Kolaborasi Esa Unggul dan ISI Solo
- HUT ke 57 PHRI Surakarta Gelar Lomba Hospitality di Indonusa
Belajar Roti Legendaris hingga Sembako Murah
Selama menetap, para siswa mengikuti serangkaian agenda padat yang edukatif. Pada Jumat (30/1/2026), mereka mengunjungi industri rumahan Roti Widoro yang legendaris karena berdiri sejak 1922, serta belajar teknik budidaya di lokasi Stek Anggur.
Pemilik Roti Widoro, Sri Harjanto Yuwono, mengaku terkesan dengan antusiasme para siswa. "Semoga mereka terinspirasi memahami dunia usaha sejak dini sambil melihat bagaimana kami menjaga kualitas rasa selama lebih dari satu abad," ungkapnya.
Tak hanya belajar bisnis, sisi religius dan sosial juga diasah melalui penyelenggaraan lomba TPA bagi anak-anak desa, pengajian akbar, hingga aksi nyata berupa Bazar Sembako Murah. Sebanyak 200 paket sembako dibagikan kepada warga sekitar sebagai wujud tali asih.
Menanamkan Nilai Karakter Secara Langsung
Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko, M.Pd., menegaskan bahwa home stay adalah laboratorium karakter yang paling efektif.
“Anak-anak belajar hidup mandiri mulai dari hal kecil seperti membersihkan rumah orang tua asuh, mencuci piring, hingga berinteraksi sopan dengan warga. Kami ingin nilai-nilai tanggung jawab ini terus dipraktikkan sekembalinya mereka ke rumah,” jelas Muhdiyatmoko.
Hal senada dirasakan oleh Kavaya Altamizza Ibrahim, salah satu peserta kelas VII. Ia mengaku kegiatan ini memberinya perspektif baru tentang kedisiplinan. "Saya belajar menyapu, mengepel, dan harus disiplin bangun subuh. Ini membuat saya lebih mandiri dan banyak bersyukur," tuturnya.
- Polres Wonogiri Gelar Cek Kesehatan Gratis Personil OKC 2026
- Operasi Keselamatan Candi 2026 di Solo Kerahkan 135 Personil
Apresiasi dari Warga Desa
Kehadiran para siswa di Dukuh Keblokan meninggalkan kesan mendalam bagi warga. Pragunadi, salah satu orang tua asuh sekaligus Takmir Masjid Al Ikhlas, memuji perilaku para siswa yang dinilai sangat santun.
“Anak-anak sangat rapi, disiplin, dan sopan. Warga merasa senang dan positif. Jika ada kesempatan lagi, kami dengan tangan terbuka siap menerima mereka kembali,” pungkasnya.
Suasana haru mewarnai momen perpisahan pada Sabtu siang saat para siswa berpamitan dengan orang tua asuh mereka untuk kembali ke Kota Solo membawa pengalaman hidup yang tak terlupakan.
