Piala Wali Kota Pencak Silat 2026 Resmi Dibuka di Manahan
SOLO (Soloaja.co) — Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, secara resmi membuka Kejuaraan Pencak Silat Piala Wali Kota Surakarta 2026 di GOR Indoor Manahan, Sabtu (10/10/2026). Penyelenggaraan ajang ini diharapkan menjadi sarana pembinaan atlet, melatih sportivitas, serta melestarikan seni bela diri tradisional sebagai warisan leluhur bangsa.
“Kami tekankan pentingnya menjaga ketertiban dan kedisiplinan selama kejuaraan berlangsung. Pemkot akan melipatgandakan nilai hadiah pada ajang yang sama di tahun mendatang jika pelaksanaan tahun ini berjalan kondusif tanpa adanya pertikaian.” Ungkap Respati.
- NPC Indonesia Gelar Doa Bersama Jelang APG dan IFCPF World Cup
- Walikota Respati Luncurkan Fasilitas Parkir Gratis Masjid Sheikh Zayed
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyampaikan bahwa peningkatan total hadiah pada Piala Wali Kota 2027 mendatang menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung perkembangan olahraga bela diri. Syarat utamanya adalah seluruh rangkaian kompetisi dapat diselesaikan dengan aman, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
Kepada para atlet muda yang bertanding, Respati berpesan agar terus disiplin berlatih serta tidak melupakan peran dan restu orang tua. Ia menegaskan bahwa kemenangan maupun kekalahan merupakan hal biasa dalam pertandingan, tetapi rasa hormat dan bakti kepada orang tua harus tetap diutamakan.
- Peringati Hari Museum Indonesia, Solo Paragon Hotel Pamerkan Warisan Sejarah
- Field Trip SD Muhammadiyah PK Solo Rajut Sahabat di Salatiga
Di samping itu, Respati memberikan perhatian khusus kepada para peserta dari program Sekolah Rakyat yang ikut berlaga. Ia mengajak masyarakat untuk menginformasikan program pendidikan tersebut kepada warga kurang mampu atau anak putus sekolah agar mendapatkan akses pendidikan yang layak demi masa depan yang lebih baik.
Selain sebagai wadah penggodokan calon atlet berprestasi, kompetisi ini dipandang sebagai alternatif kegiatan positif bagi generasi muda. Melalui aktivitas fisik pencak silat, minat anak-anak dan remaja diharapkan dapat teralihkan dari ketergantungan pada gawai maupun media sosial ke arah kegiatan yang membentuk karakter, keimanan, serta ketakwaan.
