'Parents Day' SD Muhammadiyah PK Kottabarat Belajar Ecoprint
SOLO (Soloaja) – Suara ketukan palu kayu bersahutan di Ruang Haji Muhtadi SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo, Sabtu (24/1/2026). Sebanyak 83 murid kelas II nampak antusias mengikuti kegiatan Parents Day dengan membuat produk ecoprint menggunakan teknik pukul (pounding).
Kegiatan ini merupakan program kemitraan sekolah yang unik, di mana orang tua murid hadir sebagai "guru tamu" untuk memberikan pengalaman belajar yang variatif dan menyenangkan.
- Para Bulu Tangkis Indonesia Sapu Bersih Emas APG 2025
- Pura Mangkunegaran Gelar Jumenengan MN X, Sambut 1.800 Tamu
Belajar Seni dari Alam yang Ramah Lingkungan
Koordinator tim kelas II, Rini Dewi Puspitasari, menjelaskan bahwa ecoprint dipilih untuk mengenalkan teknik pewarnaan alami yang ramah lingkungan kepada anak-anak sejak dini.
"Ini selaras dengan materi Seni Budaya teknik cetak. Setelah sebelumnya mereka mencoba cetak di atas kertas menggunakan bahan alami, kini mereka mempraktikkannya langsung pada media tas kain," ujar Rini.
Langkah Mudah Membuat Ecoprint Teknik Pukul
Kegiatan dipandu langsung oleh Yusi Aristyani, pemilik Roemah Kreatif Yusi sekaligus orang tua murid. Menurut Yusi, teknik pukul sangat ideal untuk anak-anak pemula karena alatnya sederhana dan prosesnya seru.
Berikut adalah langkah-langkah yang dipraktikkan para murid:
* Siapkan Media: Menggunakan tas kain polos (tote bag) sebagai media cetak.
* Pilih Daun: Menggunakan daun yang mudah mentransfer warna seperti daun lanang, akalipa, pepaya jepang, kayu afrika, dan jarak kepyar.
* Proses Pounding: Daun diletakkan di dalam kain, kemudian dipukul secara merata dan perlahan menggunakan palu kayu hingga warna daun berpindah ke kain.
* Pembersihan: Setelah didiamkan 10 menit agar motif meresap, sisa-sisa daun dibersihkan.
- Berkemajuan, SD Muhammadiyah 1 Solo Menuju Sekolah Premium
- Influencer Tak Selalu Aman, Ini 5 Risikonya
Tahap akhir adalah fiksasi atau penguncian warna menggunakan larutan tawas. Namun, karena tahap ini membutuhkan waktu pengeringan hingga satu minggu, proses ini akan dilakukan oleh fasilitator sebelum hasil karya dikirimkan kembali ke sekolah.
Antusiasme Murid: "Ternyata Daun Bisa Jadi Pewarna Bagus"
Salah satu murid, Alfarezy Zhafran Nugroho, mengaku sangat senang bisa mencoba hal baru ini. Ia terkesan melihat warna-warni daun yang menempel indah di tas kainnya.
"Aku baru tahu ternyata daun bisa menjadi pewarna yang sangat bagus. Tadi juga ditunjukkan contoh jilbab, taplak meja, sampai gelas mug hasil ecoprint," ungkap Alfarezy dengan bangga.
Melalui Parents Day ini, SD Muhammadiyah PK Kottabarat tidak hanya mengasah kreativitas siswa, tetapi juga memperkuat sinergi dan keakraban antara pihak sekolah dengan orang tua murid.
