Mahasiswa ISI Solo: Dari Pemuda Pelopor Hingga Juara Musik Patrol

Kusumawati - Selasa, 17 Maret 2026 21:36 WIB
Mahasiswa ISI Solo juara musik patrol di Sidoarjo Jatim (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta kembali membuktikan kualitasnya sebagai pencetak talenta juara. Dhimas Ganteng Putra Yhuwono, mahasiswa Program Studi Karawitan, berhasil menorehkan sederet prestasi gemilang di tingkat daerah melalui dedikasinya terhadap pelestarian seni tradisi.

Terbaru, Dhimas bersama Kelompok Patrol Argamand sukses menyabet gelar Juara 1 Festival Lomba Musik Patrol Piala Bupati Sidoarjo 2026 yang digelar pada Sabtu (14/03/2026). Dalam ajang bergengsi tersebut, mereka memukau dewan juri dengan aransemen lagu "Padhang Bulan".

Permainan instrumen bambu dan perkusi lokal yang apik berhasil membuktikan bahwa musik tradisional mampu merepresentasikan keceriaan dunia anak-anak dengan cara yang modern namun tetap otentik. Festival ini sekaligus menjadi wadah bagi seniman terbaik dari penjuru Sidoarjo untuk menunjukkan kreativitas di tengah persaingan ketat.

Dedikasi Sebagai Pemuda Pelopor

Prestasi di bidang musik patrol ini melengkapi kesuksesan Dhimas sebelumnya yang dinobatkan sebagai Juara 1 Pemuda Pelopor 2025 Kategori Bidang Seni & Budaya tingkat Kabupaten Sidoarjo pada 8 Desember lalu.

Penghargaan dari Disporapar Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tersebut diraih melalui gagasan berjudul: "Revitalisasi Seni Tradisi dan Pemberdayaan Kearifan Lokal Sidoarjo". Karya ini lahir dari keprihatinan Dhimas atas krisis regenerasi minat generasi milenial terhadap kesenian lokal, khususnya Reog Cemandi.

“Tradisi bukan untuk ditinggalkan, tapi untuk dikuatkan dan diwariskan,” tegas Dhimas. Ia membuktikan bahwa kesenian yang memiliki nilai historis, sakral, dan estetika tinggi bisa kembali relevan dengan sentuhan inovasi yang tepat bagi generasi muda.

Ujung Tombak Pelestari Budaya

Capaian yang diraih mahasiswa ISI Solo ini menjadi bukti nyata bahwa peran akademisi seni sangat krusial sebagai ujung tombak pelestarian budaya. Keberhasilan Dhimas merevitalisasi kearifan lokal diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya untuk terus peduli terhadap akar budaya bangsa.

Kemenangan beruntun Dhimas di berbagai lini kompetisi seni menunjukkan bahwa sinergi antara kemampuan akademis di kampus dan aksi nyata di masyarakat mampu melahirkan dampak positif bagi ekosistem seni budaya di tanah air.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS