Kirab Bhinneka Gandekan XI Perkuat Persatuan dan Ekonomi
SOLO (Soloaja.co) – Kelurahan Gandekan kembali menggelar tradisi tahunan Kirab Bhinneka Gandekan XI sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus mempererat persatuan masyarakat. Acara yang telah konsisten dilaksanakan sejak 2014 ini memuncak pada 1 Juni 2026, bertepatan dengan semangat kebhinekaan yang menjadi identitas wilayah tersebut.
Tahun ini, kirab mengusung tema “Kuncaraning Budaya, Jumbuh Ing Rasa, Nyawiji Ing Karsa”. Tema tersebut mengandung makna mendalam tentang kejayaan budaya yang selaras dengan rasa persaudaraan dan kesatuan tekad dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
- "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan" Film Tentang Hangatnya Keluarga
- Kampus Pilihan Luar Jawa Pendaftar PMB UMS 2026 Alami Peningkatan
Lurah Gandekan, Sugeng Sarwono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ruang ekspresi inklusif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Selain menjadi ajang pelestarian nilai toleransi dan gotong royong, kirab ini juga dirancang untuk memicu pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kirab ini menghadirkan pasar rakyat dan stan kuliner tradisional. Ini adalah peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan mereka,” ujar Sugeng.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak pertengahan Mei melalui Festival Bandar Penjalan dan Pagelaran Seni Kampung di pinggir Kali Pepe pada 16-25 Mei 2026. Sebelum acara puncak, dilaksanakan pula ritual Umbul Mantram pada Minggu (31/5) malam di Pertigaan Danusaputran sebagai wujud doa syukur.
- 272 Siswa Bersaing Dalam Ajang Sukaba Junior Medical Olympiad 2026
- Donnie Sibarani Ajak Penonton Nostalgia di Panggung UNS
Ketua Panitia Kirab, Dwi Anton Setiawan, menjelaskan bahwa Kirab Bhinneka Gandekan XI diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk mencintai warisan leluhur. Senada dengan hal tersebut, Redy Manata dari Pokdarwis setempat menekankan pentingnya mempromosikan potensi wisata budaya Gandekan sebagai destinasi unggulan di Surakarta yang berbasis kearifan lokal.
Acara puncak kirab berlangsung meriah di sepanjang Jalan R.E. Martadinata pada Senin (1/6) siang. Berbagai atraksi seni, adat, dan kreativitas warga ditampilkan sebagai simbol keberagaman yang indah dalam bingkai persatuan. Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, kegiatan ini sukses membangkitkan kembali potensi ekonomi dan budaya daerah secara berkelanjutan.
