KAI Daop 6 Layani 1,2 Juta Penumpang Selama Lebaran 2026
YOGYAKARTA (Soloaja.co) – KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta resmi mengakhiri masa Angkutan Lebaran 2026 pada Rabu (1/4). Selama 22 hari pelaksanaan (11 Maret – 1 April), tercatat sebanyak 1.233.241 pelanggan menggunakan jasa kereta api di wilayah Daop 6, baik yang naik maupun turun.
Angka tersebut mencakup 602.079 penumpang yang berangkat dan 631.162 penumpang yang tiba. Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengungkapkan adanya kenaikan volume penumpang sebesar 12% dibandingkan periode Lebaran 2025.
- 5 Strategi Menghadapi Fluktuasi Reksadana Saham dengan Tenang
- Kemendag Gandeng UNS Luncurkan Campuspreneur, Cetak Eksportir Muda
"Peningkatan ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu," ujar Feni dalam keterangan resminya.
Stasiun Terpadat selama Lebaran 2026
Stasiun Yogyakarta dan Solo Balapan tetap menjadi titik tersibuk selama masa angkutan berlangsung. Berikut rincian data pergerakan pelanggan:
Volume Keberangkatan Tertinggi:
* Stasiun Yogyakarta: 218.023 pelanggan
* Stasiun Solo Balapan: 143.555 pelanggan
* Stasiun Lempuyangan: 99.348 pelanggan
Volume Kedatangan Tertinggi:
* Stasiun Yogyakarta: 233.294 pelanggan
* Stasiun Solo Balapan: 155.982 pelanggan
* Stasiun Lempuyangan: 103.143 pelanggan
Inovasi Layanan dan Keamanan
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Daop 6 mengoperasikan 40 perjalanan KA Jarak Jauh per hari, termasuk 13 KA tambahan. Selain aspek operasional, KAI juga menghadirkan fasilitas penunjang seperti drinking water station, pembersih sepatu elektrik, hingga blower untuk meningkatkan kenyamanan di area tunggu.
Keamanan selama masa angkutan juga diperketat dengan dukungan 52 petugas tambahan dari TNI dan Polri. Kehadiran personel eksternal ini memastikan titik-titik krusial di stasiun tetap kondusif bagi para pemudik.
Apresiasi untuk Seluruh Pihak
Menutup periode Angkutan Lebaran 2026, Feni menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, DJKA Kemenhub, hingga komunitas pencinta kereta api.
"Kepercayaan para pelanggan adalah motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik yang mengutamakan keselamatan dan keberlanjutan lingkungan," tutupnya.
