KADIN Indonesia Dukung Implementasi Teknologi Digital Sampai Pelosok Negeri

Kusumawati - Jumat, 01 April 2022 09:19 WIB
KADIN Indonesia mendukung kemajuan digital hingga pelosok negeri dalam event BWP 2022 rangkaian dalam event DNES 2022 di Solo

SOLO (Soloaja.co) - Indonesia membukukan skor yang cukup tinggi dalam aspek penggunaan teknologi komunikasi dan informasi. Hal ini menggambarkan tingkat adopsi teknologi yang tinggi, terutama terkait tingkat kepemilikan ponsel pintar dan akses internet. Terlebih lagi ketersediaan jaringan data seluler yang makin merata di seluruh Tanah Air membuat penetrasi internet semakin besar.

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia sebagai penyelenggara B20 Indonesia 2022 menggelar side events Gugus Tugas Digitalisasi yang mengambil tema “Menjembatani Implementasi Teknologi ke Daerah-daerah di Seluruh Indonesia,” di Solo bersamaan dengan acara Digital Nusantara Expo Summit (DNES) 2022, Kamis 31 Maret 2022.

Dalam dialog yang menghadirkan Aldi Haryopratomo, Board of Halodoc, Efishery dan Mapan dan Fajrin Rasyid, Director of Digital Bisnis PT Telkom Indonesia serta dipandu oleh Firlie Ganinduto, Wakil Ketua Umum Bidang Komunikasi dan Informatika KADIN Indonesia, membahas bagaimana memastikan seluruh wilayah Indonesia itu terhubung dengan sistem digital yang handal.

Saat ini, menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menargetkan tahun 2023 mendatang 12.548 desa yang saat ini belum terjangkau sinyal 4G, nantinya bisa menikmati sinyal internet 4G dan mampu mengakselerasi transformasi digital di seluruh Indonesia.

Aldi Haryopratomo mengatakan saat ini, selain pekebun yang mulai mengadopsi teknologi untuk bisnis, sektor perikanan juga memiliki peluang untuk mengadopsi teknologi digitalisasi dari hulu sampai hilir dalam meningkatkan unit bisnisnya, seperti yang dilakukan oleh EFishery. Ia mencontohkan bagaimana Efishery menggunakan sistem robotik untuk memberi makan ikan yang dibudidayakan secara otomatis.

“Saat ini di setiap sektor di Indonesia, selalu ada peluang bagi kita untuk menggunakan teknologi digital
untuk meningkatkan output mereka. Namun masalah terbesarnya, bagaimana mensosialisasikan dan melatih orang-orang di desa atau daerah tentang program-program digital ini. Intinya memang diawali oleh literasi digital,” kata Aldi.

Di satu sisi, kita memiliki perusahaan rintisan yang telah membangun teknologi luar biasa yang bisa meningkatkan pendapatan hingga 40%. Namun di sisi lain, kita memiliki komunitas petani yang bahkan tidak menyadari teknologi seperti itu ada. Aldi mengatakan, dirinya banyak belajar, untuk membangun kepercayaan dan literasi digital di komunitas petani atau pembudidaya ikan dibutuhkan pendekatan secara kultural.

Platform wikiwirausaha.id ikut memberdayakan dan membesarkan UMKM dengan memecahkan masalah terkait rantai pasok serta sebagai jembatan penghubung UMKM/ koperasi dengan program startup dan pemerintah daerah terkait pemberdayaan,” kata Aldi Haryopratomo yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Wirausaha KADIN Indonesia.

Aldi menambahkan, platform wiki wirausaha.id ini mengambil semangat wikipedia yang mengedepankan
kolaborasi dalam kontennya. Jadi, KADIN Indonesia mengkurasi program-program unggulan milik start up dan pemda yang bisa membesarkan UMKM sehingga masalah rantai pasok bisa cepat terselesaikan.

Menurut Aldi, program dan platform KADIN Indonesia mengenai wikiwirausaha.id ini bisa jadi percontohan bagi negara-negara G20 atau negara berkembang yang juga memiliki persoalan serupa.

Sudah saatnya sektor swasta dan pemerintah berkolaborasi mengatasi persoalan kesenjangan digital agar
bisa bangkit dan pulih dari pandemi, serta mendorong produktivitas dan pendapatan.

Terkait implementasi di daerah, Aldi mengatakan pentingnya berkolaborasi dengan pemerintah setempat
dan komunitas masyarakat yang ada. Perusahaan teknologi bersama pemerintah daerah bersama-sama
berkolaborasi dalam membangun infrastruktur digital serta mengembangkan pengetahuan digital yang bisa meningkatkan kualitas hidup di masyarakat. Kemitraan publik-swasta, lanjut Aldi menjadi kunci percepatan digitalisasi di daerah.

Senada dengan Aldi, Fajrin Rasyid Director of Digital Bisnis PT Telkom Indonesia mengatakan digitalisasi menjadi kunci utama ekonomi. Saat ini, kata Fajrin, Telkom memiliki program strategis dalam meningkatkan akses digital nasional melalui penguatan jaringan backbone dan gateway international, pengembangan ekosistem Data Center untuk mengakselerasi ekosistem berbasis cloud, pengembangan distributed POP untuk peningkatan kualitas layanan seperti latency dan packet loss serta percepatan penggelaran jaringan 5G.

“Tantangannya, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang tentunya tidak bisa begitu saja menggunakan konektivitas fixed line. Kami memiliki lebih dari 100.000 kilometer serat optik, dengan cakupan 96 persen. Kami juga memiliki lebih dari 200.000 BTS, mencakup lebih dari 99% populasi serta memiliki lebih dari 37 pusat data di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Editor: Redaksi
Tags Kadin IndonesiaBagikan

RELATED NEWS