JMI Pastikan Langkah Hijau di Koridor Tol Jogja-Solo
SLEMAN (Soloaja.co) – PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) mempertegas komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur berkelanjutan melalui aksi penanaman pohon di Simpang Susun Purwomartani, Sabtu (25/4). Langkah ini menjadi bagian dari transformasi *green toll road* pada proyek Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Turut hadir mendampingi, Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mewakili Gubernur DIY, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, serta jajaran petinggi Kementerian PU dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
- Krisis Timur Tengah Picu Lonjakan Bahan Baku Cat, Indaco Andalkan Digitalisasi
- UMS Perluas Jejaring Global Lewat Kerja Sama Strategis dengan PSAU Arab Saudi
Dalam sambutannya, Menko AHY menegaskan bahwa penghijauan di koridor tol merupakan implementasi dari gerakan **Indonesia ASRI** (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
"Pembangunan infrastruktur fisik harus selalu dibarengi dengan kesadaran serta aksi nyata untuk melestarikan lingkungan hidup," tegas AHY. Ia berharap pohon-pohon yang ditanam mampu menyerap emisi karbon secara optimal di sepanjang jalur bebas hambatan tersebut.
Prototipe Koridor Hijau
Penanaman ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Pengembangan Ruang Terbuka Hijau dan Biru (Galang RTHB). Sebanyak 60 bibit pohon yang terdiri dari jenis Trembesi, Tanjung, Kecik, dan Asem Jawa ditanam sebagai langkah awal. Ruas Tol Jogja–Solo pun ditetapkan sebagai salah satu prototipe koridor hijau nasional.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa integrasi aspek lingkungan kini menjadi standar wajib di setiap proyek Jasa Marga Group. Hal senada diungkapkan Direktur Utama PT JMJ, Rudy Hardiansyah.
- Disaksikan SBY dan AHY, LavAni Juara Proliga 2026 Usai Tekuk Bhayangkara Presisi
- Dominasi Pertamina Enduro: Klub Megawati Pertahankan Takhta Proliga
"Kami tidak hanya fokus pada konektivitas, tetapi juga memberi nilai ekologis bagi kawasan sekitar. Selain penghijauan, kami juga menyiapkan infrastruktur pendukung seperti SPKLU di *rest area* untuk menekan jejak karbon," ujar Rudy.
Progres Positif
Di tengah komitmen lingkungan tersebut, Rudy menambahkan bahwa progres konstruksi Tol Jogja–Solo terus menunjukkan capaian positif. Pihaknya kini fokus pada percepatan penyelesaian dengan tetap menjaga kualitas layanan berbasis inovasi digital.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan badan usaha, proyek ini diharapkan tidak hanya memacu pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi bukti bahwa modernitas infrastruktur dapat tumbuh berdampingan dengan kelestarian alam Jogja dan sekitarnya.
