Krisis Timur Tengah Picu Lonjakan Bahan Baku Cat, Indaco Andalkan Digitalisasi
SOLO (Soloaja.co) – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai memberikan dampak nyata bagi sektor industri di tanah air, termasuk industri cat. Hal ini diakui oleh Founder PT Indaco Warna Dunia, Iwan Adranacus, yang menyebut krisis antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat memicu ketidakpastian pada pasokan bahan baku.
Ditemui dalam kegiatan groundbreaking facade Cultural Prison of Art di Rutan Kelas I Surakarta, Sabtu (25/4/2026), Iwan menjelaskan bahwa dampak perang ini sangat berat karena memicu lonjakan harga bahan baku berbasis minyak bumi. Selain itu, jalur logistik internasional turut terganggu yang berujung pada kenaikan biaya transportasi.
- UMS Perluas Jejaring Global Lewat Kerja Sama Strategis dengan PSAU Arab Saudi
- Disaksikan SBY dan AHY, LavAni Juara Proliga 2026 Usai Tekuk Bhayangkara Presisi
Menurut Iwan, Indaco Paints sejauh ini masih mampu bertahan dan menstabilkan harga berkat langkah digitalisasi proses bisnis yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Melalui sistem digital tersebut, perusahaan mengaktifkan buffer management system pada rantai pasok untuk meminimalkan guncangan harga yang mendadak.
Ia menambahkan bahwa Indaco memiliki cadangan inventori yang cukup untuk mengantisipasi kondisi pasar selama beberapa bulan ke depan. Dengan demikian, kenaikan harga di tingkat konsumen tidak terjadi secara drastis meskipun tekanan global sangat kuat.
Seni Grafiti Internasional Turut Terdampak
Krisis di Timur Tengah ternyata tidak hanya berimbas pada urusan dapur industri, tetapi juga pelaksanaan ajang internasional Meeting of Styles (MOS) 2026 yang akan digelar di Solo Raya. Iwan mengungkapkan, sejumlah seniman dari Eropa Barat dan Eropa Timur terpaksa membatalkan kehadiran mereka karena gangguan penerbangan.
- Dominasi Pertamina Enduro: Klub Megawati Pertahankan Takhta Proliga
- Rutan Solo Luncurkan Film "Napi Pesan Dari Dalam" Karya Erick Strada
Banyak penerbangan yang transit melalui Dubai atau Doha dibatalkan akibat situasi keamanan di wilayah tersebut. Meski demikian, pihak penyelenggara memastikan ajang MOS 2026 tetap akan berlangsung meriah dengan kehadiran seniman dari wilayah lain yang tidak terdampak jalur penerbangan Timur Tengah.
Seniman grafiti dari Asia, Amerika, hingga Australia tetap mengonfirmasi kehadiran mereka. Total sekitar 50 artis internasional dijadwalkan akan berpartisipasi dalam pembukaan yang rencananya digelar di Rutan Surakarta pada 15 Mei 2026 mendatang.
Rangkaian acara akan berlanjut di Belazo Art Space, Karanganyar, hingga 17 Mei 2026. Iwan berharap ajang ini tetap menjadi ruang istimewa bagi seniman nasional maupun mancanegara untuk berkarya di jantung Kota Solo, sekaligus memperkuat citra Surakarta sebagai pusat kreatif dunia.
