IOH, Adobe, dan Kemenekraf RI Dorong Kreativitas Berbasis AI
JAKARTA (Soloaja.co) – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH), Adobe, dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenekraf RI) resmi menjalin kolaborasi strategis untuk mendukung masyarakat mengubah kreativitas menjadi peluang nyata melalui pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), Rabu (17/6).
Langkah ini diambil guna menjawab tantangan besar transformasi digital nasional, yakni mengubah akses dan kecakapan digital menjadi peluang ekonomi yang berdampak luas.
Merujuk data Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025, meskipun penetrasi teknologi kian luas, masih terdapat potensi besar yang belum optimal untuk mendorong masyarakat dalam membangun usaha, meniti karier baru, maupun membuka lapangan kerja.
- Terlindungi, Ratusan Mitra Ojol Shopee Solo Ikut BPJS Ketenagakerjaan
- Unisri-BRIN Latih Orang Tua ADD Wonogiri Olah Pangan Sehat
Sinergi ini hadir melalui program pemberdayaan menyeluruh, menggabungkan jaringan nasional Indosat, perangkat kreatif berbasis AI dari Adobe, serta komitmen Kemenekraf dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa fondasi ekonomi kreatif Indonesia terletak pada kekayaan intelektual yang berakar dari budaya bangsa. Di era AI saat ini, fokus pemerintah adalah memanfaatkan teknologi untuk memperkuat, bukan menggantikan kreativitas manusia.
"Kemitraan ini menjadi contoh penting bagaimana pemerintah dan industri berkolaborasi membekali generasi muda agar mampu bersaing global. Kami mengundang para kreator di seluruh jaringan Kemenekraf untuk bergabung dalam inisiatif ini," ujar Teuku Riefky.
Kolaborasi ini juga berjalan beriringan dengan semangat ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) atau program Ekraf Goes to School and Campus milik Kemenekraf. Melalui platform pemberdayaan anak muda milik Indosat, GENSi (Generasi Terkoneksi), program literasi digital dan pembelajaran kreatif ini ditargetkan mampu menjangkau 15.000 anak muda di seluruh Indonesia pada tahun ini.
President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengungkapkan bahwa talenta muda Indonesia hanya membutuhkan akses perangkat dan keterampilan yang tepat untuk mewujudkan ide mereka.
- Tren Pasar Perawatan Area Intim Wanita Kian Melesat, Cek Jasa Maklon
- Wakil Wali Kota Astrid Widayani Ajak GP Ansor Jaga Soliditas
"Dengan menggabungkan kekuatan AI dan kolaborasi, kami ingin membantu generasi kreator berikutnya berkembang maksimal sekaligus memberikan dampak nyata bagi komunitas sekitar," kata Vikram.
Sementara itu, President of Creativity & Productivity Business Adobe, David Wadhwani, mengaku bangga dapat mendukung ekosistem ini. Adobe bahkan memilih Indonesia sebagai negara pertama untuk meluncurkan program monetisasi kreator perdananya lewat aplikasi Adobe Express. Melalui program ini, para kreator lokal bisa memperoleh penghasilan langsung dari template desain yang mereka ciptakan.
Melalui kerja sama ini, seluruh pelanggan Indosat, termasuk pengguna IM3 dan Tri, akan mendapatkan akses premium gratis Adobe Express selama enam bulan, lengkap dengan modul video pembelajaran praktis berbahasa Indonesia dari Adobe Digital Academy. Selain itu, para peserta terpilih juga mendapatkan kesempatan emas memamerkan karyanya di ajang IDEAFEST, yang membuka jalan untuk terhubung langsung dengan para pelaku industri kreatif nasional.
