Imigrasi Surakarta Jadi Rujukan Inovasi Layanan Publik
SOLO (Soloaja.co) – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta menerima kunjungan studi tiru pelayanan keimigrasian dari Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Pusat dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari pada Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini menjadi ajang berbagi praktik baik dalam pengembangan pelayanan publik berbasis teknologi dan inovasi keimigrasian.
Rombongan disambut oleh Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian, Irmansyah Fatriadi, yang membuka kegiatan sekaligus memaparkan profil Kantor Imigrasi Surakarta beserta berbagai inovasi pelayanan yang telah dikembangkan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
- UNS Wisuda 1.082 Lulusan, 10 Diantaranya Mahasiswa Asing
- Bengawan Team UNS Luncurkan Mobil Hemat Energi Terbaru
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Pusat, Iqbal Ma’ruf, menyampaikan bahwa studi tiru ini bertujuan memperoleh referensi mengenai inovasi pelayanan yang telah diterapkan di Kantor Imigrasi Surakarta agar dapat diadaptasi dan disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan di satuan kerja masing-masing.
Kehadiran Kantor Imigrasi Kendari juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antar-UPT di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.
Dalam sesi pemaparan, peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan platform NXT Office yang mendukung berbagai inovasi pelayanan di Kantor Imigrasi Surakarta, mulai dari SIAP Haji, sistem antrean digital, layanan paperless, hingga live chat pelayanan.
- Ustaz Dwi Jatmika Humas SD Muh 1 Solo Perkuat Korps Muballigh Surakarta
- Solo Safari Gelar Roadshow IAPVC 2026 Edukasi Konservasi Lewat Foto
Inovasi-inovasi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi proses layanan sekaligus memberikan pengalaman pelayanan yang lebih mudah bagi masyarakat.
Selain diskusi, rombongan juga meninjau langsung ruang pelayanan paspor dan sarana pendukung lainnya untuk melihat implementasi inovasi secara nyata di lapangan. Suasana studi tiru berlangsung interaktif dengan berbagai pertukaran gagasan mengenai transformasi pelayanan keimigrasian berbasis digital.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Bisri, mengatakan bahwa studi tiru merupakan bagian penting dalam membangun budaya kolaborasi dan peningkatan kualitas pelayanan di lingkungan Imigrasi.
- Boyolali Bagikan Seragam Dan LKS Gratis Siswa SD - SMP Senilai Rp 10,7 Miliar
- BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Rp3,7 T di Jateng, Dirut Saiful Dorong Prinsip 3R
"Kami percaya bahwa inovasi akan berkembang lebih cepat ketika dibangun melalui kolaborasi dan saling berbagi praktik baik. Kehadiran rekan-rekan dari Imigrasi Jakarta Pusat dan Kendari menjadi momentum untuk bersama-sama menghadirkan pelayanan yang semakin modern, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Semangat ini sejalan dengan visi imigrasi untuk rakyat yang terus digaungkan oleh Hendarsam Marantoko selaku Direktur Jenderal Imigrasi," ujar Bisri.
Melalui kegiatan studi tiru ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta kembali menegaskan komitmennya sebagai salah satu pusat pembelajaran inovasi pelayanan keimigrasian. Sinergi antar-UPT diharapkan mampu mempercepat transformasi layanan publik sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Indonesia.
