GKR Mas Awali Sadranan di Makam Ki Ageng Henis Laweyan
SOLO (Soloaja.co) – Istri KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, Gusti Kangjeng Ratu (GKR) Mas, memulai rangkaian tradisi Sadranan menyambut bulan Ruwah Tahun Dal 1959. Kegiatan diawali dengan ziarah ke makam Ki Ageng Henis di Pasarean Laweyan, Solo, Jumat (23/1).
Rangkaian Nyadran GKR Mas kali ini tidak hanya berpusat di Solo, namun juga merambah ke berbagai titik sakral di Jawa Tengah, DIY, hingga Jawa Timur.
- Kantongi 40 Emas, Indonesia Peringkat Kedua APG 2026
- Specta Edufair, Astrid Widayani Tekankan Penguatan Karakter
Jalur ziarah dijadwalkan menuju:
- Jawa Timur: Makam Bathara Katong di Ponorogo.
- DIY: Makam Raja-Raja Mataram di Kotagede serta Pajimatan Imogiri di Bantul.
- Jawa Tengah: Makam Ki Ageng Selo dan Ki Ageng Getas Pendowo (Grobogan), Makam Sunan Kalijaga (Demak), hingga Makam Susuhunan Amangkurat Agung di Tegalarum (Tegal).
Kangjeng Pakoenegoro menjelaskan bahwa bulan Ruwah merupakan momentum istimewa bagi keluarga keraton untuk mendoakan arwah leluhur sekaligus mengingat petuah luhur Dinasti Mataram Islam.
- Outlook Pindar 2026 di Tengah Pengetatan Regulasi OJK
- BRM Kusumo Putro Desak Audit Dana Hibah Keraton Solo
Sehari sebelumnya, telah dilaksanakan Wilujengan Ruwahan dengan sajian khas berupa apem, ketan, dan kolak.
"Apem atau afwan bermakna permohonan ampun dan saling memaafkan. Harapannya, kondisi Keraton Kasunanan Surakarta segera pulih, rukun, kompak, dan proses revitalisasi berjalan lancar," ujar Pakoenegoro.
Tradisi ini menjadi simbol refleksi spiritual bagi Keluarga Besar Keraton Surakarta untuk terus menjaga warisan peradaban di tengah proses penataan fisik yang tengah berlangsung.
