Gema Syiar Sekaten 2026 Sukses Digelar, Transaksi Capai Rp10,3 Miliar
SOLO (Soloaja.co) – Perhelatan Gema Syiar Sekaten (Syiar Ekonomi Syariah dan Pesantren) 2026 yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo resmi ditutup di atrium utama Solo Square, Minggu (30/8/2026).
Gelaran yang berlangsung selama tiga hari tersebut tidak hanya menjadi panggung edukasi produk inklusif syariah, tetapi juga berhasil membukukan total capaian transaksi finansial yang signifikan bagi perekonomian daerah.
Mengusung tema “Sinergi Berkarya, Halal Berdaya”, event ini menjadi langkah strategis memperkuat ekosistem rantai nilai halal (halal value chain) di Soloraya, sekaligus menyongsong regulasi Wajib Halal Oktober (WHO) 2026.
- Kantor Imigrasi Surakarta Sosialisasi Fasilitas Keimigrasian & SKIM
- HI UNISRI-UniSZA Perkuat Kerja Sama Internasional
Kepala KPw BI Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat, santri, hingga pelaku UMKM sangat tinggi.
"Omset transaksi langsung selama pameran di Solo Square mencapai Rp520 juta. Jika diakumulasikan dengan UMKM pengisi booth sepanjang rangkaian road to Sekaten 2026, nilainya menembus Rp10,3 miliar," papar Dwiyanto saat penutupan acara.
Selain itu, BI Solo memfasilitasi business matching antara 31 UMKM syariah dengan lembaga pembiayaan syariah dengan komitmen mencapai Rp1,3 miliar. Total pengunjung yang hadir hingga hari terakhir tercatat mencapai 23.100 orang.
Dwiyanto menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor—termasuk perguruan tinggi, HEBITREN, pesantren, BAZNAS, Kemenag, OJK, hingga pengelola pusat perbelanjaan—agar produk syariah lokal mampu menembus pasar internasional.
- Imigrasi Surakarta Jadi Rujukan Inovasi Layanan Publik
- UNS Wisuda 1.082 Lulusan, 10 Diantaranya Mahasiswa Asing
Penguatan Ekosistem Halal dan Penukaran Koin
Dalam mendukung aturan Wajib Halal Oktober, KPw BI Solo telah menjalankan serangkaian pendampingan konkret:
- Sertifikasi Halal UMKM: Memfasilitasi sertifikasi halal gratis untuk 30 UMKM kuliner APMISO Soloraya.
- Sertifikasi Juleha & RPU: Melatih dan menyertifikasi 5 Juru Sembelih Halal (Juleha) serta 2 Rumah Penyembelihan Unggas (RPU).
- Wakaf Produktif: Mendorong unit usaha pesantren melalui budidaya pisang cavendish di tanah wakaf.
- Literasi Keuangan Syariah: Menggelar tablig akbar Solo Bershalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf yang dihadiri 15.500 jemaah, serta meluncurkan Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah.
Di sisi lain, stan penukaran uang logam yang dibuka BI Solo turut diserbu warga. Administrator Perkasan Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah BI Solo, Muhammad Faisal Fahmi, menyebutkan transaksi penukaran koin dalam dua hari pertama mencapai Rp15 juta dari puluhan ribu keping koin, dengan dominasi pecahan Rp500 dan Rp200. Bahkan, terdapat warga yang menukarkan koin celengan hingga senilai Rp2,3 juta.
Sebagai bentuk apresiasi, BI Solo memberikan insentif berupa 1 liter minyak goreng gratis bagi warga yang menukarkan minimal 100 keping koin.
"Uang logam yang terkumpul akan disortir. Uang Layak Edar (ULE) didistribusikan kembali ke masyarakat melalui perbankan, sementara Uang Tidak Layak Edar (UTLE) ditarik untuk dimusnahkan sesuai regulasi," jelas Faisal.
- Bengawan Team UNS Luncurkan Mobil Hemat Energi Terbaru
- Ustaz Dwi Jatmika Humas SD Muh 1 Solo Perkuat Korps Muballigh Surakarta
Komitmen Pemkot Solo: Destinasi Halal dan Wellness City 2030
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, yang hadir pada penutupan acara menyampaikan apresiasinya sekaligus memaparkan sejumlah rencana strategis Pemkot Solo:
- Kampung Batik Kauman Destinasi Halal: Pemkot Solo siap mengesahkan Kauman sebagai kawasan wisata syariah terverifikasi guna mengakomodasi lonjakan wisatawan ramah muslim.
- Strategi Ekonomi & Top Spenders: Memberikan kemudahan izin investasi (fast track) serta pendampingan upselling produk UMKM premium.
- Solo Wellness City 2030: Menyiapkan sarana kebugaran, ajang olahraga internasional Hyrox, spa tradisional premium, dan fasilitas medis modern guna memperpanjang durasi tinggal wisatawan.
- Program Makam Susun: Memanfaatkan sisa ruang TPU tua yang putus ahli waris menjadi area urban farming produktif bagi kelompok tani.
- Optimalisasi Sekolah Negeri: Mengimbau masyarakat memanfaatkan fasilitas sekolah negeri gratis agar alokasi anggaran pendidikan dapat dialihkan untuk konsumsi rumah tangga dan tabungan.
Rangkaian acara Gema Syiar Sekaten 2026 ini diharapkan semakin memperkuat kemandirian dan daya saing ekosistem ekonomi syariah di wilayah Soloraya.
