Dukung Swasembada Pangan, Polres Sukoharjo Gelar Panen Raya Jagung

Kusumawati - Sabtu, 16 Mei 2026 20:11 WIB
Polres Sukoharjo dan forkopimda panen jagung di Nguter (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) — Jajaran Polres Sukoharjo mengikuti kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang digelar secara nasional bersama Presiden RI dan Kapolri, Sabtu (16/5).

Di Kabupaten Sukoharjo, kegiatan dipusatkan di area persawahan Dukuh Ngrapah, Desa Gupit, Kecamatan Nguter, dengan luas lahan panen mencapai sekitar 9.000 meter persegi.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menyampaikan bahwa program panen raya jagung serentak yang digagas Polri ini merupakan bentuk nyata dukungan institusi kepolisian terhadap program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

“Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui program ini, kami ikut mendorong peningkatan produktivitas petani, modernisasi pertanian, hingga memastikan hasil panen terserap dengan baik,” ujar Kapolres.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB tersebut diikuti oleh sekitar 100 peserta. Hadir di lokasi acara antara lain Wakapolres Sukoharjo AKBP Pariastutik, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno, Camat Nguter Sukatman, Kapolsek Nguter AKP Maryadi, unsur TNI, para penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta kelompok tani Desa Gupit.

Agenda panen raya ini terhubung secara virtual dengan kegiatan nasional yang dipusatkan di Dusun Bribin, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula peletakan batu pertama (*ground breaking*) pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri serta peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri.

Dalam laporan yang disampaikan Kapolri, disebutkan bahwa Indonesia pada tahun 2026 ini telah berhasil mencapai surplus jagung sehingga tidak lagi melakukan impor. Pada kuartal II tahun ini, panen jagung nasional tercatat mencapai 189 ribu hektare dengan potensi produksi sekitar 1,23 juta ton.

Kapolri juga menegaskan komitmen institusinya dalam membangun ekosistem pertanian jagung dari hulu hingga hilir. Langkah ini meliputi dorongan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pengembangan pupuk presisi, hingga pembangunan gudang penyimpanan pangan.

Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolri beserta jajaran yang dinilai aktif mendukung ketahanan pangan nasional.

Presiden memastikan produksi jagung domestik saat ini telah mencukupi kebutuhan dalam negeri sekaligus mendorong pengembangan riset produk turunan jagung yang lebih sehat dan bernilai ekonomi tinggi.

Kapolres Sukoharjo menambahkan, kegiatan di Desa Gupit ini menjadi simbol sinergi kuat antara Polri, pemerintah daerah, dan petani dalam menjaga ketahanan pangan.

Pihaknya berharap momentum ini mampu memotivasi petani untuk terus meningkatkan produktivitas, di mana Polri siap melakukan pendampingan demi mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS