Bupati Sukoharjo Tinjau 14 Desa Terdampak Banjir Luapan Sungai
SUKOHARJO (Soloaja.co) – Bupati Sukoharjo Etik Suryani bersama Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo turun langsung meninjau lokasi banjir yang kini meluas hingga ke 14 desa di sejumlah kecamatan pada Rabu (15/4/2026). Tingginya intensitas hujan sejak Selasa malam memicu luapan sejumlah sungai besar dan anak sungai yang mengakibatkan ratusan warga terpaksa mengungsi.
Didampingi jajaran DPU, BPBD, Dinas Sosial, dan Baznas, Bupati memantau langsung titik-titik parah di Kecamatan Grogol, Baki, dan Kartasura. Salah satu fokus tinjauan berada di Desa Langenharjo, Grogol, di mana luapan sungai merendam jalanan hingga masuk ke permukiman warga.
- Dividen BBRI 2025 Capai Rp52,1 Triliun, Ini Rinciannya
- 715 KK Terdampak Banjir, PMI Surakarta Gerak Cepat Kerahkan SIBAT
Bupati Etik Suryani menjelaskan bahwa hampir seluruh sungai dalam kondisi penuh sehingga aliran air dari drainase tidak mampu tertampung. Kondisi ini menyebabkan air seolah antre untuk masuk ke sungai dan akhirnya meluap ke rumah penduduk.
Untuk penanganan jangka panjang, Bupati menegaskan akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna melakukan normalisasi. Langkah ini diambil agar ancaman banjir tahunan di wilayah-wilayah tersebut dapat diminimalisir di masa mendatang.
Berdasarkan data BPBD, wilayah terdampak paling signifikan berada di Kecamatan Baki. Di Desa Manang, sebanyak 85 jiwa dari 40 KK telah mengungsi ke masjid dan ruko akibat luapan Kali Mranggen. Petugas juga memprioritaskan evakuasi kelompok rentan seperti bayi dan lansia di Desa Gentan untuk dipindahkan ke kantor desa setempat.
- Solo Dikepung Banjir, Wali Kota Turun ke Lapangan
- BRI Dorong Digitalisasi, Tebus Gadai Bisa Lewat BRImo
Selain Baki, Kecamatan Grogol mencatat daftar desa terdampak cukup panjang, mulai dari Langenharjo, Sanggrahan, hingga kawasan Simpang Pandawa Solo Baru. Di Sanggrahan, kondisi diperburuk dengan tergerusnya tanggul Kali Kembang yang membuat air meluas ke wilayah hilir.
Sementara itu, di Kecamatan Kartasura, warga Desa Makamhaji dilaporkan masih bertahan di rumah meski genangan air telah masuk ke wilayah mereka. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melalui BPBD dan dinas terkait memastikan fokus saat ini adalah evakuasi dan pemenuhan logistik bagi seluruh pengungsi di titik-titik posko darurat.
